Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Timur

Raih Maslahat Award, PT CJI Pasuruan Terima Penghargaan sebagai Pelestari Tanaman Endemik

×

Raih Maslahat Award, PT CJI Pasuruan Terima Penghargaan sebagai Pelestari Tanaman Endemik

Sebarkan artikel ini

Views: 188

PASURUAN, JAPOS.CO – PT CJI Pasuruan menerima penghargaan konservasi lingkungan sebagai pelestari tanaman endemik/langka khas daerah oleh Bupati dan Wabup Pasuruan dalam Acara Maslahat Award sekaligus Peringatan hari lingkungan hidup yang jatuh pada 5 Juni 2023.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Kegiatan ini juga sekaligus peresmian Kantor Bupati Gedung “Putih” Maslahat oleh Gubernur Jawa Timur, Nampak hadir dalam acara tersebut Baik pemerintah, perusahaan maupun penggiat lingkungan.

Dalam acara tersebut, PT Cheil Jedang Indonesia (CJI) menerima penghargaan sebagai perusahaan pelestari pohon endemik atau pohon yang mulai langka dan harus dilestarikan.

Humas PT CJI Pasuruan Imron Gunawan, mengatakan bahwa Hal ini merupakan kepedulian PT CJI dalam menginisiasi budidaya duku Rejoso. Duku ini merupakan duku khas Kabupaten Pasuruan. Duku ini hanya tumbuh di desa Kawisrejo Kecamatan Rejoso dan hampir punah.

“Bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten, Balai Penelitian (BPTP Jatim), Kelompok Tani dan pemilik pohon indukan, pada tahun 2021 dimulai penyemaian bibit dengan inokulasi batang bawah dengan indukan asli dari duku Rejoso. Karena beberapa faktor yang dianggap sulit, akhirnya target pertahun sebanyak 1.000 bibit siap tanam”.ujarnya.

Lebih lanjut di katakan Berdasarkan monitoring terakhir pada tahun 2022 , telah tumbuh sebanyak 479 pohon. Tersebar di empat desa. Yakni desa Kawisrejo, Pandanrejo, Sadengrejo dan Ketegan.

Dan bibit duku hasil kerjasama PT Cheil Jedang Indonesia dengan berbagai pihak tersebut, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf kemudian menamai duku ini dengan nama Duku Repas (Rejoso Pasuruan).

Selain hal tersebut, dalam memperingati hari lingkungan hidup, CJI juga melakukan dua kegiatan. Yakni, resik-resik sampah plastik di sempadan sungai Rejoso dan desa Patuguran. Kegiatan ini melibatkan Muspika Rejoso, MWCNU, Pemerintah Desa Patuguran dan pelajar sekolah.

Kedua adalah monitoring dan evaluasi (monev) pohon yang ditanam bulan Februari – Maret bersama DLH, Fordas, Penggiat lingkungan dan akademisi. Monev ini untuk memastikan hidup atau dilakukan penyulaman bagi pohon yang mati.

Di Tosari tanam 5.000 atau 93 persen hidup. Dan di Puspo sebanyak 11.000 atau 98 persen pohon hidup. “Itulah bukti kepedulian dan komitmen PT CJI terhadap konservasi alam,” pungkasnya.(Wir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *