Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINERiauSUMATERA

Diduga Bersekongkol Korupsi Dana Desa, Ada Aktor Dibelakngnya

×

Diduga Bersekongkol Korupsi Dana Desa, Ada Aktor Dibelakngnya

Sebarkan artikel ini

Views: 137

KAMPAR, JAPOS.CO – Dugaan persekongkolan penyalahgunakan Dana Desa dengan modus mengurangi material volume demi meraih keuntungan besar untuk kepentingan pribadi. Tiga fisik penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2022 tidak terlaksana dengan sempurna. Hal itu disampaikan sumber yang enggan disebutkan namanya kepada Japos.co, Jumat (19/5).

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

“Bangunan belum selesai, kualitas buruk belum finishing.” ungkapnya.

Menurut sumber, sejumlah perangkat Desa dan oknum BPD diduga bekerjasama melakukan penyalahgunaan Dana Desa. Ia menyebutkan yang menjadi aktor utamanya. Diduga oknum kaur pembangunan.

“Dia Aktor utamanya,” sebutnya.

Sumber menduga, jika sudah ada niat melakukan penyelewengan dana Desa, tentu Kaur Keuangan tahu kemana saja uang mengalir.

“Dia kan paham kemana aja lari uang -uang itu,” terangnya.

Mantan Kaur Keuangan bernisial R saat dikonfirmasi melalui telepon dirinya tidak mau dilibat-libatkan terkait yang sudah diberitakan.

“Saya bukan diranah situ lagi, bukan tidak bersedia, takut saya jadi terlibat,” jelanya.

“Saya tidak ada hubungan dengan bangunan. Saya selaku Kaur Keuangan, kerja ngambil uang, mencairkan dana untuk kegiatan, bahkan bukan kegiatan saja, juga untuk dana insentif aparat Desa,” ungkapnya.

Ia meneruskan, Dana kegiatan dibawa 100juta sekali pencairan,jika diatas 100juta 2 kali pencairan.

“Untuk pencairan langsung kepada TPK masing-masing kegiatan,” lanjutnya.

Sementara, ketua TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Suryadi sekaligus sebagai Kaur Pembangunan Desa Plambaian Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, diduga memilih bungkam hingga berita ini diterbitkan.

Sebelumnya, Ketua BPD Desa Plambaian Cholil mengaku mengetahui bangunan yang menggunakan Dana Desa tahun anggaran 2022 belum selesai sempurna.

“Kalau box culvert, penimbunan belum perlu sama finishing,” ujarnya melalui telepon seluler langsung terputus alasan sedang mengemudi kendaraan, (10/5/23).

Sementara, Kades bersama Sekdes justru minta buka-bukaan siapa sumber yang memberikan keterangan kepada wartawan. “Tidak mungkin masyarakat ini sampai tau isi dalamnya, sampai RAB, siapa yang beri keterangan,” tanya Kades bersama Sekdes, Kamis (11/5/23).(dh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 46 JAKARTA, JAPOS.CO – Gerombolan Pemancing Liar, yang dikenal dengan singkatan GOMPAL, mengadakan kegiatan mancing bareng (mabar) di tambak yang terletak di wilayah Bambu Kuning dekat Banjir Kanal Timur…