Scroll untuk baca artikel
HEADLINESUMATERASumatera Barat

Pemkab Padangpariaman Turunkan Tim Terkait Dugaan Bisnis CPO Ilegal 

×

Pemkab Padangpariaman Turunkan Tim Terkait Dugaan Bisnis CPO Ilegal 

Sebarkan artikel ini

Views: 116

PADANGPARIAMAN, JAPOS.CO – Dugaan bisnis penampungan minyak kelapa sawit alias Crude Palm Oil (CPO) yang lazim disebut mobil kencing dijalan, yang berlokasi di Korong Kayu Kapur, Nagari Sungai Buluah Selatan, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman Sumbar, akhirnya Pemkab Padangpariaman menurunkan tim.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut sumber, “usaha ini cukup aman beraktivitas melakukan bisnis tersebut. Dugaan bisnis CPO tersebut seakan tidak pernah tersentuh oleh aparat penegak hukum,” ujarnya.

Kendati letak dan lokasi tempatnya melakukan bisnis minyak CPO berada di pinggir jalan lintas Padang – Bukittinggi, mereka tak hiraukan. Tentu ada yang mereka andalkan, mudah saja untuk kita buktikan. Apabila ada mobil tangki CPO panjang masuk kelokasi sore dan malam hari, sudah dipastikan mobil tersebut terkencing dulu ketempat yang telah disediakan,” tegas sumber.

Informasi yang didapat oleh JAPOS.CO, bisnis minyak CPO yang diduga tidak melengkapi dan tidak ada  memasang tanda-tanda merek di area lokasi. Dan kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak lama, dan tidak pernah terdengar ada penggeledahan oleh aparat penegak hukum.”

Anehnya, pemerintah Nagari Sungai Buluah Selatan saat dikonfirmasi awal pemberitaan pertama kali tayang  mengatakan,” secara kewilayahan memang masuk wilayah saya, tapi apa kegiatan disitu saya tidak tahu, dan mereka tidak pernah pula memberi tahu,” ujar  Wali Nagari Sungai Buluah Selatan Eri Gunung.

Sementara itu, Camat Batang Anai Kabupaten Padangpariaman Zulbahri S.Sos yang dihubungi Sabtu (24/6) menjelaskan,” kita sudah melakukan kordinasi terkait keberadaan bisnis CPO di Nagari Sungai Buluah Selatan dengan Kasi Trantib Kecamatan, mungkin dalam waktu dekat kita bisa beritahu hasilnya.”

Terpisah Pemerintah Kabupaten Padangpariaman melalui Dinas DPMPTP Yutiardi Rivai Apt menjelaskan “tim sudah turun kelokasi pada hari Jum’at kemaren, tim yang terdiri dari masing-masing Dinas terkait sudah memegang peranan untuk kelengkapan berikutnya, jadi kita nunggu hasil pemeriksaan dan pengembangan berikutnya, jawab Yutiardi Rivai, Sabtu (24/6). (D/H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 167 BANDUNG, JAPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung menggeledah kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Bandung (10/7). Penggeledahan dilakukan setelah kejaksaan mengendus adanya dugaan kongkalingkong lelang sejumlah paket…