Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Barat

Pangandaran Dikepung Janda dan Duda

×

Pangandaran Dikepung Janda dan Duda

Sebarkan artikel ini

Views: 157

PANGANDARAN, JAPOS.CO – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangandaran mencatat, berdasarkan status perkawinan pada triwulan II Tahun 2022 Warga Pangandaran yang belum kawin sebanyak 163.928 ribu orang. Sementara untuk jenis kelamin laki-laki yang belum kawin ada 92.111 orang dan perempuan 71.817 orang.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Kemudian Disdukcapil juga mencatat, warga Pangandaran yang statusnya sudah kawin untuk laki-laki 118.804 orang dan perempuan 119.789 orang, sehingga jumlahnya 238.593 ribu. Selanjutnya warga Pangandaran dengan status cerai hidup, untuk laki-laki berjumlah 3.779 orang, perempuan 6.903 orang sehingga jumlahnya 10.682 orang.

Warga Pangandaran dengan status cerai mati untuk laki-laki 4.022 orang, perempuan 19.523 orang sehingga jumlahnya 23.545 orang.

Data tersebut merupakan data kependudukan Pangandaran terbaru tahun 2022, untuk jumlah penduduk laki-laki 218.716 orang dan perempuan 218.032 orang sehingga jumlah penduduk Pangandaran berjumlah 436.748 orang.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kabupaten Pangandaran. Andi Purnomo mengatakan, untuk data kependudukan menurut status perkawinan dicatat berdasarkan update data yang masuk ke kantor kecamatan dan Disdukcapil pada triwulan II Juli hingga Desember tahun 2022. “Namun hitungannya semua usia, artinya dihitung dari status perkawinan yang ada di KTP jadi tidak spesifik sesuai usai, karena datanya gelondongan, bisa saja kan yang baru lahir, masih sekolah ataupun kuliah,” kata Andi kepada japos.co, Selasa (6/6).

Ia mengatakan data status perkawinan cerai hidup ataupun mati di Dukcapil Pangandaran, datanya berasal dari input di lapangan ketika sudah menjadi data konsolidasi bersih DKB dari Kemendagri hasil pendataan kabupaten/kota. “Kemudian data dikirim ke pusat, per 6 bulan sekali secara agregat dikirim ulang lagi ke Kabupaten/kota oleh Dirjen Dukcapil Kemendagri,” katanya.

Menurutnya status belum kawin, cerai hidup, cerai mati, jadi datanya gelondongan aja. Hanya datanya per kecamatan, tanpa ada data usia karena sesuai pendataan yang masuk di kecamatan. “Datanya hasil update triwulan ke tahun 2022. Update lagi pada Juli semester I Tahun 2023 ini,” ujarnya.

Selain itu, pendataan juga dilakukan melalui aplikasi SIAP, pelayanan di Kecamatan, jemput bola, dan dinas semuanya di input. “Jadi jangan salah paham, bagi warga yang belum update status kependudukan bisa segera mendatangi kantor kecamatan setempat ataupun langsung ke Mall Pelayanan Publik (MPP) dan Disdukcapil Pangandaran,” kata Andi.

Dihubungi terpisah, Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Ciamis. Suryana mengatakan berdasarkan statistik penyebab perceraian tahun 2022 di Ciamis dan Pangandaran terjadi karena berbagai faktor. “Paling dominan kasus karena faktor ekonomi. Untuk perkara ekonomi ada 3.797 orang dan faktor perselisihan dan pertengkaran terus menerus sebanyak 774 orang. Dua perkara ini paling banyak,” kata Suryana melalui pesan WhatsApp, Selasa (6/6).

Perceraian akibat karena ditinggalkan salah satu pihak pihak sebanyak 580 orang, kekerasan dalam rumah tangga 29 orang, poligami 18 orang dan kawin paksa 6 orang. “Adapun perkara lainnya yang sedikit tapi ada diantaranya, judi 6 orang, zina 4 orang, dihukum penjara 2 orang, dan mabuk 1 orang. Kemudian cerai talak 1685 orang dan cerai gugat 3.679 orang, “ pungkasnya. (Mamay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 109 JAKARTA, JAPOS.CO – Gerombolan Pemancing Liar, yang dikenal dengan singkatan GOMPAL, mengadakan kegiatan mancing bareng (mabar) di tambak yang terletak di wilayah Bambu Kuning dekat Banjir Kanal Timur…