Kembali, Tawuran Membabi Buta Sasar Pemotor

Dipa korban pengeroyokan

CIPUTAT, JAPOS.CO – Aksi brutal kembali dilakukan oleh sekelompok orang diduga masih pelajar, di Jl KH Dewantara, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (25/08/2022).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.00 Wib, para gerombolan dengan menggunakan sepeda motor berboncengan diduga akan melakukan tawuran, menunggu di depan lapangan Bulu Tangkis Barumun. Begitu calon korbannya datang langsung dihadang lalu dibacok pakai celurit, dan sebagian lagi berhamburan.

Aksi beringas mereka menyasar para premotor yang lewat. Sperti dialami oleh Dipa bersama temannya, Iki. Beruntung korban selamat, hanya mengalami luka gores di bagian punggung akibat sabetan celurit, dan teman yang diboncengnya juga tidak mengalami apa-apa. “Saya kaget, tiba-tiba motor saya dihadang oleh mereka, lalu berusaha membacok saya,” ujar mahasiswa UMJ tersebut.

Saat kejadian, korban memang kaget dan langsung terjatuh. Jaket yang dipakainya sobek terkena sabetan celurit, kendaraan bermotor yang dikendarai tak luput dari kebringasan para pelaku. Sementara tas ransel yang dipakai berisikan dompet dan raket bulu tangkis berhasil digondol oleh gerombolan. “Kita tadinya mau main raket ke GOR Ciputat, tapi menjadi sasaran gerombolan tersebut,” sebut Iki, teman Dipa.

Melihat kondisi ini, warga sekitar tak tinggal diam. Tanpa komando warga bergegas menuju tempat kejadian perkara dan berhasil membubarkan aksi pengeroyokan, sehingga perkelahian (tawuran) tidak sampai meluas.

Marlina Suryani yang dikonfirmasi secara terpisah menyebut, wilayah sepanjang Jl KH Dewantara memang kerap dijadikan lokasi untuk tawuran, baik antar sekolah maupun antar warga (warga dari luar Kampung Sawah). Diungkapkannya, lokasi tersebut memang sedikit sepi dibanding daerah lainnya sehingga berpeluang bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. “Selain tawuran, di tempat ini sering terjadi perampasan dan begal, apalagi di malam hari, didukung oleh lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sudah padam sejak lama, sehingga benar-benar gelap-gulita,” bebernya.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua RT 03 RW 07 Nuryadi, menyebut tak jarang dirinya harus mondar-mandir memantau keamanan di lingkungannya karena sejak dulu sering terjadi aksi kriminalitas di lingkungannya. “Memang lokasi ini sepi dibanding daeah yang lain, sehingga kerap dipilih oleh pelaku untuk tawuran. Apalagi ada beberapa PJU yang sudah padam sejak lama sehingga benar-benar sunyi saat malam hari,” sebutnya.

Terkait hal ini, dirinya meminta kepada pihak terkait agar dapat memperhatikan wilayah tersebut, terutama soal PJU yang sudah sejak lama rusak (padam) agar dapat segera diperbaiki guna meminimalisir aksi kriminalitas di lokasi tersebut. “Soal keamanan, saya selalu koordinasi dengan pihak kepolisian sehingga bilamana ada aksi kriminalitas atau kejatahan lainnya, mendapat penganan dan perhatian khusus dari aparat Kepolisian,” tandasnya.(Pht)

 713 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.