Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Tengah

Pengelolaan Sampah 3R dan Bank Sampah untuk Terus di Tingkat kan Masyarakat

×

Pengelolaan Sampah 3R dan Bank Sampah untuk Terus di Tingkat kan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
sampah yang di hasilkan dari sampah rumah tangga di TPS wilayah kota Pekalongan.

Views: 69

KOTA PEKALONGAN, JAPOS.CO – Peran serta masyarakat sangat di butuhkan dalam mengelola sampah di kota Pekalongan.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Saat ini pemkot juga terus melakukan upaya terobosan untuk mengurangi jumlah sampah dan meningkatkan pengolahan sampah di Kota Pekalongan, selain upaya pengolahan melalui Stungta x (Insenerator) yang baru-baru ini Pemerintah mendatang kan teknologi dari Pindad, masyarakat di kalangan Rumah Tangga juga harus ikut berperan meningkatkan kesadaran salah satunya melalui pola pengelolaan seperti Bank Sampah Induk maupun 3R (Reduce,Reuce,Recycle)

Hal ini sejalan dengan pemikiran Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Joko Purnomo saat berbincang dengan japos co soal pola pengelolaan sampah.

Menurut Joko Purnomo bahwa masyarakat saat ini yang memegang peranan penting dalam hal pengelolaan dan kepedulian soal sampah harus lebih di tingkatkan.

“Khusus nya sampah yang di hasilkan dari sampah rumah tangga penting nya untuk memilah-milah mengelompokkan mana yang sampah katagori organik dan an organik sehingga nanti ketika di TPA memudahkan dalam pengolahan nnya.”Kata Kepala DLH tersebut.

Sementara Koordinator Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS-3R) Watu Joyo Kertoharjo, Pekalongan Selatan sekaligus Wakil Direktur Bank Sampah Induk Kota Pekalongan, Abdul Mukti menyampaikan di tahun 2021 bank sampah di Kota Pekalongan sudah lebih aktif dibandingkan tahun sebelumnya saat level covid-19 masih tinggi,

“Untuk tahun 2021, bank sampah itu lebih aktif berjalan dibandingkan tahun 2020 pada saat covid masih gencar, mereka itu takut berkecimpung di sampah,” jelas Abdul Mukti saat ditemui di TPS-3R Watu Joyo, Senin (31/01/2022).

Abdul Mukti menyebutkan saat ini total TPS-3R di Kota Pekalongan yang aktif sebanyak 23, 2 diantaranya terhenti aktivitasnya yakni TPS-3R Kramatsari dan Jenggot. Lebih lanjut, Ia menyebutkan sebanyak 4 kelurahan hingga saat ini belum memiliki TPS-3R yakni Kelurahan Gamer, Karangmalang, Setono dan Degayu.

Melihat jumlah TPS-3R yang ada di Kota Pekalongan, Abdul Mukti berharap kedepan tiap kelurahan bisa memiliki TPS-3R sehingga pengolahan sampah dapat berjalan maksimal dan cepat.

Tingkat kesadaran masyarakat Kota Pekalongan dalam memilah sampah sesuai dengan jenisnya, diakui Abdul Mukti belum maksimal, sehingga perlu adanya penggiatan pengolahan sampah dari tingkat terkecil agar dapat mempercepat proses 3R. “Harapannya dari warga, lingkup rumah tangga mau memilah sampah nya sendiri, jadi sampah yang ada nilai guna dan nilai jual itu bisa dipisahkan, sehingga bisa sedikit mempermudah para petugas kami dan mempercepat proses 3R,” tandasnya.

Abdul Mukti, menjelaskan sampah di Kota Pekalongan didominasi sampah plastik, dan ada jenis sampah lain seperti atom, kardus, kertas duplex,besi dan tembaga. Terkait nasabah di bank sampah, ia menyampaikan didominasi dari sekolah adiwiyata, TPS-3R, olah sampah tingkat RW dari TP PKK dan warga yang berminat menampung sampahnya di bank sampah.

Lebih lanjut, Abdul Mukti berharap baik masyarakat maupun pemerintah untuk dapat bersinergi dalam menyelesaikan permasalahan sampah sehingga mampu mewujudkan Kota Pekalongan yang bersih dan rapi.(sofi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *