Scroll untuk baca artikel
BengkuluBeritaHEADLINESUMATERA

Satgas Covid-19 Mukomuko: Sekolah Tak Capai Target Vaksin Belajar Tatap Muka Terancam di Stop

×

Satgas Covid-19 Mukomuko: Sekolah Tak Capai Target Vaksin Belajar Tatap Muka Terancam di Stop

Sebarkan artikel ini

Views: 27

MUKOMUKO, JAPOS.CO – 20.576  orang pelajar Sekolah Dasar (SD) dan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) termasuk SDMI yang ada di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dari 156 sekolah pada usia 6-11 dan 6- 14 tahun di 15 Kecamatan, dimana pelaksanaan Vaksin yang di gelar oleh Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Mukomuko. Dari 20.576 anak yang bakal di vaksin itu di pusatkan langsung di sekolah bersangkutan yang tersebar di Kabupaten Mukomuko, dalam jangka waktu yang ditargetkan selama dua minggu, pasalnya Satgas Covid- 19 Mukomuko sudah mengalami keterlambatan dalam capaian Vaksinasi.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Sehubungan dengan itu, Kabid Dikdas dinas pendidikan dan kebudayaan (Dispendik) Kabupaten Mukomuko Arni Gusnita melalui Kasi Ketenagaan SD- SMP Kristina ketika dikonfirmasi terkait Vaksinasi pelajar usia 6-11 tahun mengatakan sekiranya sekolah yang bersangkutan tidak dapat melakukan capaian target vaksinasi maka sekolah tersebut akan diberikan sangsi dengan melakukan penutupan pembelajaran tatap muka sampai batas waktu yang tidak di tentukan dan harus belajar Daring.

”Sebelum melakukan vaksinasi terhadap pelajar di sekolah tersebut , sekolah terlebih dahulu melayangkan surat persetujuan dari orang tua murid, disamping itu orangtua murid diminta untuk mendampingi anaknya dalam melakukan vaksinasi, namun apabila orang tua murid tidak mengizinkan anak nya untuk di vaksin, maka tim Satgas akan berupaya untuk mendatangi kerumahnya terang Kristina,” ungkapnya.

“Dari 15 Kecamatan hanya Kecamatan malin deman dan Kecamatan Air Rami yang belum melaksanakan,  saat ini masi melakukan sosialisasi terhadap orang tua pelajar, sedangkan untuk kecamatan lain nya sudah mulai melakukan Vaksinasi. Kemudian dari 20.576 pelajar yang di Vaksin, dalam waktu dua minggu wajib tuntas dan harus mencapai 100 persen penyaluran Vaksinasi jenis sinovac,” tutup Kristina.(JPR)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *