Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Timur

Pembangunan Jalan Aspal di Desa Kedung Bocok Diduga Dikorupsi

×

Pembangunan Jalan Aspal di Desa Kedung Bocok Diduga Dikorupsi

Sebarkan artikel ini

Views: 50

SIDOARJO, JAPOS.CO – Pembangunan jalan aspal di Dusun Kedung Bocok Lor Desa Kedung Bocok Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo dengan alokasi Anggaran Rp. 230.000.000 diduga dikorupsi. Dugaan tersebut diungkapkan dari kalangan aktifis warga Desa Kedung Bocok.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan konsultan independen dan tim media yang turut serta dalam monitoring dan Investigasi.

Direktur Kontruksi LSM Wadah Aspirasi Rakyat (WAR) Ir Haryanto B SH MSi membeberkan kejangalan-kejanggalan yang mengarah ketindak pidana lorupsi saat Konferensi Pers Senin (27/ 12) memberikan estimasi terkait pekerjaan tersebut diatas.

Haryanto memaparkan dengan volume pasangan Panjang. 552,5 Lebar 3,1 tebal 0.03M atau setara 51 ,382,5 dan bila per ton dihargai Rp 1.200.000 maka setara Rp 61.659.000.

Sewa alat Walls Rp 7.200.000 + operator move demove Rp 12.000.000 Hok ,24 % setara Rp 55.200 000 emultion / aspal cair 4 Drum Rp 7.400.000 PpN + PPh 11.5% atau RP 26.450.000 jadi tptal biaya aspal terpasang adalah Rp 169.909. 000 dan bila dialokasikan anggaran Rp 230.000.000 masih ada sisa anggaran Rp 60.091.000 (diduga masuk kantong).

Sementara, Nisak Kepala Desa Kedungbocok saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsaap tidak memberikan tanggapan terkait hal tersebut, bahkan saat didatangi di Balai desa kades baru saja pulang dari kantor dan meminta bantuan suaminya M Ridlho yang juga mantan kades terdahulu.

“Inilah Ridlho yang mengerjakan pembangunan jalan aspal ini,” terang sekdes.

Namun ketika sedang melakukan konfirmasi salah satu media dihubungi orang yang tak dikenal dengan mengaku sebagai Intel Kodim/ Kodam dengan nada marah dan berkata kasar.

“Kades Kedung Bocok itu saudara saya ,dan saya dilapori bahwa kamu membuat resah Kepala Desa, disertai kata kata mengumpat dan mengintimidasi,” ujarnya.

Terpisah, KY salah satu warga Dusun Bocok Lor mengatakan proyek tersebut tertulis swakelola namun yang mengerjakan Ridlho dan kontraktor.

“Iyaa Mas, aspal ini yang mengerjakan Ridlho dan kontraktor tapi di papan proyek ditulis wwakelola, jadi misalnya ada kelebihan yang jelas masuk kantong yang mengerjakan,” pungkasnya.(zein)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *