Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINESUMATERASumatera Barat

Diduga Terabaikan, Anggaran Pemeliharaan Dipertanyakan

×

Diduga Terabaikan, Anggaran Pemeliharaan Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Views: 89

DHARMASRAYA, JAPOS.CO – Di akhir anggaran tahun 2021 banyak jembatan dan jalan di Kabupaten Dharmasraya terkesan tidak mendapatkan perawatan atau pemeliharaan. Sehingga jembatan yang sudah dibangun diduga terabaikan.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Dari pantauan Japos.co dilapangan, seperti jembatan penghubung Pasar Sikabau ke Jorong Bukit Barangan mengalami keruskan sehingga masyarakat sulit untuk melalui jembatan tersebut.

Menurut Mawardi warga Jorong Bukit Barangan Nagari Sikabau mengatakan semenjak jembatan ini di bangun pada tahun anggaran 2017 hingga sekarang tidak mendapatkan perawatan atau pemeliharaan. Pada awalnya dibangun jembatan ini, dilihat kualitas kayu terkesan asal asalan. Sehingga baru saja hitungan bulan, papan lantai dan /atau kayu bantalan jembatan sudah lapuk.

“Kami warga setempat sering melakukan kesepakatan masyarakat untuk gotong royong (goro) agar jembatan tersebut dapat kami akses, jembatan ini sudah lama hancur atau tidak lagi bisa dimanfaatkan,” terangnya.

“Semenjak tahun 2017 pembangunan jembatan ini diperkirakan sudah empat tahun, hingga Desember tahun 2021 sepengetahuan saya sebagai warga yang tinggalnya dekat dengan jembatan belum ada pihak Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Dharmasraya untuk melakukan perawatan atau pemeliharaan jembatan ini,” paparnya.

Selain itu, Fajar sebagai warga Nagari Sikabau membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, bahwa untuk perawatan jembatan dan jalan itu, menggunakan anggaran yang ada untuk perawatan dan pemeliharaan, hanya dengan cara swadaya masyarakat.

“Karena tingginya solidaritas masyarakat bukit barangan, Sehingga sedikit bisa kami lakukan perawatan dan memelihara aset yang ada itu dan anggaran yang didapatkan sebatas pungutan dari swadaya masyarakat,” ungkapnya.

Terpisah, menurut Z salah satu pengawas pekerjaan jembatan, biasanya jika jembatan itu memakai papan dan bantalannya, harus memakai kayu yang berkelas. Juga kayu tersebut tidak asal jadi, setidaknya memakai jenis kayu resak dan kayu atau papan bantalan itu harus di ther agar kayu itu tidak cepat lapuk.

“Jika kayu tidak dither, jelaskan air hujan nantinya tidak cepat kering, dan pun kering tapi merendap. Pada intinya jelas dan terkesan kesalahan pada pengawasan secara teknis, dan sudah begitu, pada tiap tahunnya juga tidak mendapatkan anggaran perawatan, makanya bertambah runyamnya masalah itu,” terangnya.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Dharmasraya Ir. Junaedi Yunus saat dikonfirmasi terkait hal tersebut sedang tidak ditempat. “Bapak lagi dinas ke luar kota,” jelas salah satu stafnya, Rabu (15/12).

Selain itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Andar Atmaja, ST, saat diminta tanggapannya, menurut pengakuan salah satu stafnya sedang melakukan rapat.

“Pak Kabid lagi rapat zoom,” terang Yeni salah satu stafnya.

Namun setelah beberapa lama menunggu, usai rapat Kabid Bina Marga tidak memberikan waktu untuk mengkonfirmasi terkait hal tersebut, dengan alasan akan melanjutkan rapat.

“Saya ada perlu melanjutkan rapat lagi,” jelasnya dengan berlalu meninggalkan tanpa menghiraukan. (Basrul Chaniago) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *