Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINESUMATERASumatera Barat

Menyikapi Persoalan HIV, Bukittinggi Tingkatkan Anggaran KPA

×

Menyikapi Persoalan HIV, Bukittinggi Tingkatkan Anggaran KPA

Sebarkan artikel ini

Views: 88

BUKITTINGGI, JAPOS.CO – Hari AIDS sedunia yang jatuh pada tamggal 01 Desember 2021 menjadi momentum Pemerintah Kota Bukittinggi dalam menyikapi persoalan HIV yang berkembangnya di tengah masyarakat.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Pemeriksaan 1000 orang pasien di Kota Bukittinggi pada tahun 2021, diperoleh hasil sebanyak 18 warga positif mengidap HIV.

Menurut catatan 1 orang warga ber-KTP Kota Bukittinggi dan 17 orang lainnya dari warga yang tergabung pada sejumlah komunitas.

Pemerintah Kota Bukittinggi mencermati  sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang positif mengidap HIV sehingga perlu dilakukan berbagai pendekatan, dikarenakan persoalan HIV.

AIDS  seperti fenomena gunung es. Pemerintah Kota Bukittinggi menginginkan organisasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) lebih pro aktif berperan melakukan antisipasi dan penanggulangan HIV AIDS.

Walikota Bukittinggi H.Erman Safar, menambah anggaran terhadap Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) untuk bekerja secara optimal pada kegiatan penyuluhan dan sosialisasi, jelasnya dihadapkan wartawan Rabu 01 Desember, di Pandopo Rumdis Belakang Balok.

Anggaran direalisasikan  tahun 2022, Rp 300 juta dana  APBD disalurkan melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK),

Upayakan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mendapatkan dana hibah baik dari pemerintah dan daerah serta leading sektor lainnya.

Dihadapan wartawan, Erman Safar menyebutkan persoalan HIV AIDS diakui sebagai bagian yang sangat sensitif bagi  seseorang, namun apabila  dibiarkan maka  terjadi lonjakan kasus  di masa depan.

Pendekatan yang lebih intens harus dilakukan  dengan penderita HIV AIDS  untuk  dirangkul agar  tetap optimis  bertahan  dari penyakit yang dideritanya.

Penyakit AIDS sampai saat ini belum dapat disembuhkan, karenakan belum  ditemukan obatnya, sementara obat yang digunakan bagi penderita penyakit ini berfungsi untuk mengikat  virus HIV supaya tidak berkembang pesat.

Kedepan tidak ada lagi penambahan kasus orang yang mengidap HIV AIDS, kita berkomitment dengan geliat program dan kegiatan yang dilakukan KPA secara masif.

“Persoalan HIV AIDS  bukan semata tugas pemerintah melainkan kerja sama maka kita berkoordinasi dengan pemangku adat, alim ulama, cadiak pandai untuk memberikan edukasi dan literasi kepada anak kamanakannya,” tukas Erman

Ditambahkan, pihaknya mengandeng salah seorang musisi minang Kota Bukittinggi Ted Ramnez untuk bersinergi bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bukittinggi,  ide pemikiran penyanyi bergenre Reggae dapat ditindaklanjuti untuk antisipasi dan penanggulangan HIV AIDS. (Yet)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *