Views: 57
KAJEN, JAPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2025 – 2029. Acara ini berlangsung di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Jumat (02/05/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan bahwa Musrenbang RPJMD merupakan momen penting dalam merancang pembangunan bersama untuk lima tahun ke depan serta menekankan pentingnya percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan penyelesaian berbagai pekerjaan rumah (PR) strategis, terutama di bidang infrastruktur.
“Lima tahun bukan waktu yang panjang, tapi juga bukan waktu yang pendek. Kita harus berpikir bersama untuk membangun Kabupaten Pekalongan dengan cepat, tepat, dan sesuai yang diperlukan oleh masyarakat. Saya selalu sampaikan bahwa sehebat dan sebagus apapun Kabupaten Pekalongan, kalau infrastrukturnya rusak, jalannya tidak bagus, maka daerah ini tidak akan berkembang,” tegasnya.
Ia menambahkan, dirinya bersama Wakil Bupati sepakat bahwa infrastruktur menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan dalam lima tahun ke depan dan berbagai program pembangunan lainnya menjadi perhatian, seperti Penyelesaian pembangunan RSUD Kraton paling lambat tahun 2026–2027, penegerian sejumlah sekolah yang dikelola yayasan, pelatihan online gratis bagi anak-anak muda, peningkatan sektor pariwisata melalui kerja sama dengan pihak ketiga, Pengelolaan sampah secara modern dan pemanfaatannya sebagai sumber pendapatan daerah, Penyelesaian sirkuit balap motor dan perbaikan gedung kesenian, Penanganan banjir dan rob di wilayah pesisir melalui pembangunan rumah pompa, dan tidak kalah penting pengajuan bantuan untuk wilayah Petungkriyono ke pemerintah pusat.
“Masukan dari Bapak dan Ibu sangat berarti bagi kita. Karena kita membangun bersama-sama, kita adalah tim yang hebat dari pemerintah, dari Pekalongan, dan dari DPRD. Dengan demikian, pembangunan dapat tercapai dengan cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambah Bupati
Sementara itu, Wakil Bupati Sukirman menyatakan bahwa fokus pembangunan daerah masih akan berpusat pada sektor infrastruktur serta menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan BUMN dan meminta seluruh peserta untuk menyampaikan usulan secara langsung kepada dinas-dinas terkait, mengingat waktu penyusunan dokumen strategis cukup terbatas.
Setelah ini kita akan memasuki tahap penyusunan rencana strategis OPD, Renja, Renstra, hingga RKPD dan APBD. Masih ada ruang untuk menyampaikan usulan demi pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya. (INA)