Scroll untuk baca artikel
BeritaJawa Tengah

Siapkan Warga Belajar Berdaya Saing, SKB Fasilitasi Pembelajaran Menjahit dan Komputer

×

Siapkan Warga Belajar Berdaya Saing, SKB Fasilitasi Pembelajaran Menjahit dan Komputer

Sebarkan artikel ini

Views: 1.1K

KOTA PEKALONGAN, JAPOS.CO – Keterampilan menjadi pondasi penting bagi setiap manusia sebagai dasar yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan, mempersiapkan diri menjadi insan produktif, berdaya saing dan sejahtera. Untuk mendukung hal tersebut, sebagai lembaga pendidikan non formal, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan menambah kurikulum terkait keterampilan komputer dan menjahit.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Kepala SKB Kota Pekalongan, Bonari mengungkapkan sebelumnya pihaknya telah melaksanakan sejumlah pelatihan keterampilan pengembangan kompetensi di luar kurikulum diantaranya setir mobil, tata rias, barista, hantaran dan lainnya.

“Saat ini kami memberikan keterampilan wajib yaitu komputer dan menjahit bagi warga belajar paket A, B dan C, membekali mereka supaya memiliki keahlian ketika hidup di masyarakat setelah lulus dari SKB,” terangnya.

Dijelaskan Bonari, di tengah perkembangan teknologi yang ada dan dunia kerja yang kian kompetitif, keterampilan komputer ini sangat berharga dan dapat dijadikan modal awal bagi warga belajar ketika bekerja. Adapun materi yang diberikan kepada warga belajar antara lain pengenalan perangkat komputer, microsoft office, internet dan lainnya.

“Seandainya diterima di tempat kerja yang mengharuskan menggunakan perangkat komputer, mereka tidak canggung untuk mengoperasikan komputer. Bagi mereka yang berwirausaha keterampilan ini juga sangat dibutuhkan mengingat saat ini pemasaran produk juga lebih banyak melalui media online yang tidak jauh dari komputer,” tandasnya.

Di sisi lain, Arif Sulistiyono, tutor keterampilan menjahit menjelaskan bahwa warga belajar secara langsung diajarkan bagaimana membuat sebuah busana yang layak pakai dengan menjahit agar mereka bisa memiliki kompetensi lain selain akademik. Adapun teknik yang disampaikan antara lain membuat  pola, memotong kain, menjahit hingga finishing obras.

“Menjahit ini tidak hanya untuk perempuan karena di lapangan seperti yang kita lihat tailor atau konveksi digeluti laki-laki jadi siapa saja bisa terjun di dunia ini. Mudah-mudahan pengetahuan ini bisa benar-benar dimanfaatkan warga belajar untuk masa depannya kelak,” ujarnya.

Sebagai informasi pembelajaran keterampilan ini dilaksanakan secara rutin selama 1 Minggu sekali paha hari Jumat. (Sofi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *