Scroll untuk baca artikel
BengkuluBeritaHEADLINE

Ini Tanggapan Kadis PUPR Mukomuko Soal Ambruknya Tanggul Penahan Jalan Retak Ilir

×

Ini Tanggapan Kadis PUPR Mukomuko Soal Ambruknya Tanggul Penahan Jalan Retak Ilir

Sebarkan artikel ini

Views: 2.2K

MUKOMUKO,JAPOS.CO- Dikabarkan bangunan tanggul penahan jalan  ambruk di Desa Retak Ilir, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dan Informasi ini beredar pada Senin 22 April 2024.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Penahan jalan di Desa Retak Ilir itu baru saja selesai dibangun pada akhir bulan Puasa Ramadhan tahun 2024 kemarin, namun  sudah runtuh Minggu sore, 21 April 2024.

Selain itu ada dugaan pekerjaan yang tidak maksimal sehingga menyebabkan tidak bertahan lama atau bisa jadi karena faktor alam.

Camat Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Sepradanur, S.Sos ketika dikonfirmasi  Senin, 22 April 2024, membenarkan runtuhnya bangunan tanggul penahan jalan di Desa Retak Ilir.

Menurut Camat, tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari lalu di wilayahnya diduga menjadi penyebab bangunan tanggul dan gorong-gorong di desa itu runtuh.

“Kalau dugaan saya karena curah hujan tinggi. Memang bangunan itu dibangun bulan puasa kemarin, dan habis lebaran Idul Fitri. Bangunan itu ambruk” terang Camat. Dikatakan nya juga, terkait runtuhnya bangunan tanggul jalan tersebut sudah dilaporkan kepada pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah agar mereka cepat melakukan upaya perbaikan, karena kalau kondisi itu dibiarkan maka badan jalan juga terancam ikut runtuh ke dasar sungai, kata camat.

“Sekarang ini saja lebih dari 2 meter badan jalan itu terjun ke dasar sungai. Mudah-mudahan saja pihak terkait segera melakukan upaya penanganan dengan cepat,” harap Camat.

Sementara Kadis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mukomuko, Apriansyah ST MT saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa keretakan itu sudah ditangani darurat, tapi selanjutnya harus diganti bok karpet, lanjut Apriansyah.

“Dan tidak bisa ditimbun dengan gorong-gorong, didorong air dari dalam gorong-gorong nya geser lagi dan tanahnya turun lagi. Untuk bangun permanen nya kita akan klik melalui Dana Bagi Hasil (DBH) ada disitu,” ungkap kadis.

Kadis PUPR juga mengatakan,untuk sekarang ini kami akan lakukan kembali tanggap darurat lagi sebelum dibangun permanen,” tandas  Apriansyah.(Jpr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *