Scroll untuk baca artikel
BeritaJawa Tengah

Cetak Pelajar Solutif, Adaptif dan Tangguh, Pemkot Launching Modul Tema Kebencanaan

×

Cetak Pelajar Solutif, Adaptif dan Tangguh, Pemkot Launching Modul Tema Kebencanaan

Sebarkan artikel ini

Views: 925

KOTA PEKALONGAN, JAPOS.CO – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan (Dindik) setempat resmi melaunching modul penguatan profil pelajar pancasila melalui muatan lokal dengan tema kebencanaan untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), berlangsung di aula Dindik, Kamis (4/4/2024). Launching modul kebencanaan dihadiri oleh Wakil Walikota Pekalongan, Salahudin, kepala Dindik Kota Pekalongan, Zainul Hakim, tim penyusun, tenaga pendidik serta tamu undangan lainnya.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Zainul menjelaskan bahwa modul yang akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2024/2025 ini untuk memberikan ruang adaptasi pelajar dengan lingkungan sekitar seperti perubahan iklim, bencana banjir akibat pasangnya air laut maupun curah hujan, persoalan limbah/sampah dan lainnya.

“Harapan kami peserta didik bisa adaptif dan indikatif sehingga mereka menjadi lebih solutif. Selain itu juga seperti arahan yang disampaikan oleh Bapak Wakil Walikota bahwa pembelajaran ini juga harus diperkuat dengan nilai-nilai religiusitas yakni bertakwa kepada Allah sehingga kota Pekalongan dijauhkan dari segala bencana,” terang Zainul.

Lebih lanjut modul tersebut terdiri beberapa tema diantaranya aku anak tangguh, siaga banjir, waspada terhadap penurunan tanah, makan tanpa sisa, pilah sampah dan lainnya.

Sementara itu Wawalkot Salahudin memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Pekalongan yang sudah menyusun modul penguatan profil pelajar pancasila, terlebih sesuai dengan kondisi Pekalongan kaitannya dengan kebencanaan.

“Berharap anak didik kita diberikan pemahaman kebencanaan secara lengkap, karena mencegah terjadinya bencana dengan menjaga lingkungannya sekitar lebih baik daripada menanggulanginya, kemudian kita persiapkan mereka kalau ada bencana supaya tangguh dan bisa menolong orang lain walaupun sama-sama masih mengalami musibah, jika pun tidak mengalami musibah mereka tetap peduli dengan orang lain yang mengalami musibah,” tutupnya.(sofi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *