Scroll untuk baca artikel
BengkuluBerita

Kasus DBD Kian Melanda Mukomuko, Sekda Abdiyanto Angkat Bicara

×

Kasus DBD Kian Melanda Mukomuko, Sekda Abdiyanto Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini

Views: 2.5K

MUKOMUKO, JAPOS.CO – Kasus Demam Berdarah di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu makin hari kian mengkhawatirkan, tak sedikit kasus DBD masyarakat yang terjangkit penyakit Demam Berdarah bahkan mencapai lebih kurang 200 kasus saat ini, bahkan mengakibatkan kematian baru-baru ini.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Berdasarkan informasi yang dihimpun ada 6 orang warga Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko yang terkena DBD dan dirawat di RSIA Al – Barra .

Selain itu, kasus DBD baru-baru ini juga menyerang warga Kelurahan Pasar Mukomuko dan dalam penangan medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko.

Dengan adanya peristiwa itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Mukomuko Abdiyanto angkat bicara, pihaknya sudah menerima laporan nya dari pihak Dinkes. “Ini tidak bisa didiamkan, sekira kita sudah berupaya untuk menangani kasus ini ternyata masih belum juga bisa teratasi secara maksimal kita akan berkoordinasi dengan pihak Dinkes Provinsi,” terangnya.

“Namun sebelum kita berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi setidaknya pemerintah daerah bersama Dinkes terus berupaya memberikan edukasi terhadap pemberantasan dengan terus berupaya melakukan fogging dimana dianggap perlu kata,” Sekda Abdiyanto.

“Dinkes Mukomuko terus membangun jejaring dengan setiap Puskesmas di masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Mukomuko ini. Puskesmas harus sering-sering melakukan sosialisasi terhadap masyarakat, untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat secara masif dan selalu menerapkan 3M,” ungkap sekda.

Diketahui, berdasarkan data dari Dinkes Mukomuko, kasus DBD terhitung dari bulan Januari hingga maret 2024 ini sebanyak 215 kasus. Terdapat satu orang korban yang terkena DBD dinyatakan meninggal, namun angka yang tinggi ada di Kecamatan XIV Koto.

Disampaikan Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Mukomuko, Hamdan pihaknya belum menerima laporan kasus pada bulan April 2024 ini. “Untuk bulan April bulannya belum berakhir, jadi laporan dari puskesmas belum masuk,” tutup Kabid.(Jpr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *