Scroll untuk baca artikel
BeritaDAERAH

Anggota Kodim dan BNN Karangasem Berusaha Selamatkan Siswa dari Kematian dan Kesengsaraan

×

Anggota Kodim dan BNN Karangasem Berusaha Selamatkan Siswa dari Kematian dan Kesengsaraan

Sebarkan artikel ini

Views: 1.1K

KARANGASEM, JAPOS.CO – Personel Kodim 1623/Karangasem dipimpin Pasiterdim Kapten Inf Marjuli dan Analis Pemberdayaan Masyarakat BNNK Karangasem I Made Putu Ludra Warsa, SE berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan puluhan siswa di Ruang Lab SMAN 1 Manggis dari kematian dan kesengsaraan pada Jumat (23/02/24).

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Upaya penyelamatan tersebut dilakukan dalam rangka kegiatan sasaran non fisik TMMD ke-119 Kodim 1623/Karangasem melalui pemberian sosialisasi materi Wawasan Kebangsaan/Bela Negara dan penyuluhan bahaya Narkoba oleh Staf Teritorial dan BNN Kab. Karangasem kepada 40 orang siswa SMAN I Manggis.

Dalam materinya, Analis Pemberdayaan Masyarakat BNNK Karangasem mengatakan, Narkoba adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang hingga kematian pada penggunanya.

“Sayangilah dirimu, selamatkan dirimu dari bahaya Narkoba karena zat tersebut tak akan mengubah hidupmu menjadi lebih baik,” tambah I Made Ludra.

Di lokasi yang sama namun waktu berbeda,Pasiterdim 1623/Karangasem memberikan materi Wawasan Kebangsaan/Bela Negara. Kapten Inf Marjuli mengatakan pentingnya peningkatan dan pengembangan wawasan kebangsaan dalam menjawab tantangan yang saat ini menjadi permasalahan bangsa khususnya pada kaum muda, terutama jika ditinjau dari adanya berbagai indikasi redupnya semangat terhadap rasa cinta tanah air dan bangsa saat ini.

Kapten Marjuli mengajak kepada para siswa sebagai generasi muda, untuk bersatu padu menjadi pelopor untuk meraih cita-cita dan tujuan bangsa yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Perang masa kini yang menjadi ancaman nyata bagi kita yaitu perang ekonomi yang meliputi pangan, air dan energi, serta kondisi perspektif ancaman bangsa Indonesia meliputi ancaman terorisme dan Narkoba yang dapat menyebabkan kesengsaraan jika kita tidak bisa mengantisipasinya,” tambah Pasiter.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *