Scroll untuk baca artikel
BeritaJawa Barat

KPU Kabupaten Pangandaran Berikan Santunan Kepada Petugas Pengamanan TPS yang Meninggal Dunia

×

KPU Kabupaten Pangandaran Berikan Santunan Kepada Petugas Pengamanan TPS yang Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

Views: 1.1K

PANGANDARAN, JAPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran memberikan santunan kepada Wagiman (45) seorang petugas pengamanan (PAM) TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang meninggal dunia. Wagiman sebelumnya bertugas di PAM TPS 15 Dusun Siruwatang Desa Tunggilis Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran dan meninggal dunia diduga kelelahan. “Santunan yang diberikan kepada keluarga almarhum ini berupa uang cash senilai Rp46 juta,” kata Muhtadin kepada para awak media, Senin (19/2).

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Rincian santunan senilai Rp46 juta yang diberikan keluarga Wagiman yakni Rp10 juta untuk pemulasaraan jenazah dan Rp36 juta untuk santunan kematian almarhum. “Santunan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian dan juga bagian dari tanggungjawab KPU Kabupaten Pangandaran. Dengan adanya seorang PAM TPS yang meninggal dunia, kami sangat berduka dan turut berbelasungkawa. Kita doakan, semoga almarhum khusnul khotimah dan keluarga diberikan kesabaran,” katanya.

Meskipun Wagiman sebelumnya bertugas menjadi PAM TPS begitu singkat, tentu pihaknya sangat mengucapkan terima kasih. “Beliau adalah pahlawan demokrasi yang menjalankan tugasnya di tahapan Pemilu dengan baik,” ujarnya.

Diduga Karena Kelelahan

Sebelumnya berdasarkan informasi yang diterima japos.co, eorang petugas pengamanan (Pam) Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2024 di Dusun Siruwatang, Desa Tunggilis, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, meninggal dunia. Pam TPS 15 bernama Wagiman berusia 45 tahun meninggal dunia pada Sabtu (17/2) sekitar pukul 05.00 WIB. Ia berpulang diduga karena kelelahan seusai menjalankan tugas negara.

Ketua KPPS di TPS 15 Tunggilis, Yanti Yuliana, mengatakan, sebelum meninggal dunia Wagiman bertugas berjaga di TPS seperti biasanya. Menurutnya pada Selasa 13 Februari 2024 seusai Dzuhur, Wagiman sudah membantu membereskan tempat TPS. “Ya, Beliau sudah membantu membereskan tempat TPS persiapan untuk hari H,” kata Yanti kepada japos.co di dekat rumah duka Wagiman, Sabtu (17/2).

Yanti menambahkan, dalam menjalankan tugasnya, Wagiman sangat antusias membantu anggota KPPS dengan berjaga di TPS 15. “Pas malam towong atau malam hari pemungutan suara, Beliau tidak tidur berjaga di TPS sampai pagi. Beliau sangat lelah tapi semangatnya itu sangat membara untuk negara. Beliau tidak tidur, pagi-pagi izin pulang untuk mandi. Setelah mandi Beliau ke TPS lagi, sampai siang sampai malam beliau antusias berjaga di TPS,” ujar Yanti.

Dua malam tak tidur Kendati demikian, kata Yanti, pada Kamis 15 Februari 2024 pagi, Wagiman sudah terlihat sangat lelah karena seusai bergadang berjaga di TPS dua malam. “Meski lelah, beliau terlihat masih semangat. Namun terlihat lemas dan ngantuk. Istirahatnya memang sangat kurang karena Beliau enggak istirahat,” katanya.

Saat menjadi Petugas Pam TPS, Wagiman bertugas di bagian pintu masuk ke ruangan TPS 15. Sedangkan pada Kamis 15 Februari 2024 pagi setelah perhitungan suara selesai dia izin karena dua malam tidak tidur dan sangat lelah. “Nah, sebelum meninggal tepatnya pada Jumat malam itu dia sakit muntah-muntah dan katanya sempat dibawa ke dokter kemudian dibawa lagi ke klinik tapi tidak tertolong,” pungkasnya. (Mamay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *