Scroll untuk baca artikel
BeritaSumatera Utara

Bupati Simalungun dan Ketua DPRD Diduga Lakukan Konspirasi Politik, Warga Telan Pil Pahit

×

Bupati Simalungun dan Ketua DPRD Diduga Lakukan Konspirasi Politik, Warga Telan Pil Pahit

Sebarkan artikel ini

Views: 1.7K

SIMALUNGUN, JAPOS.CO – Masyarakat sekitar ruas jalan besar Tangga Batu di Nagori Saribu Asih penghubung Kecamatan Dolok Panribuan dan Kecamatan Hatonduhan beserta Kecamatan Tanah Jawa sepertinya harus menelan pil pahit, pasalnya Rancangan Pembangunan Daerah (RPD) yang sudah ditetapkan pada akhir 2022 silam dan direalisasikan ditahun 2023 oleh DPRD Simalungun bersama OPD Kabupaten Simalungun, kenyataannya dialihkan ke Nagori Buntu Turunan.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Hal itu tentu merasa kecewa, selain itu beredar isu dikalangan masyarakat dugaan konspirasi politik Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga beserta Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani dalam mendulang elektabilitas suara dipemilu 2024 tepatnya di Nagori Buntu Turunan yang diketahui dipimpin oleh pangulu Roberton Nainggolan.

Johannes Sipayung SE Selaku Wakil Ketua III DPRD Simalungun sekaligus Ketua Fraksi Demokrat ketika dikonfirmasi japos.co melalui selulernya menyebutkan, dirinya sangat kecewa kepada Bupati Simalungun dan Kadis PUPR Simalungun yang tidak komit akan hasil keputusan rapat Rancangan Anggaran Pembelanjaan Daerah (RAPD) Kabupaten Simalungun yang diselenggarakan akhir 2023 lampau.

“Akhir tahun 2022 lalu sudah disepakati dalam RAPD bahwasanya ruas jalan besar Tangga Batu akan diperbaiki di 2023 dengan anggaran dana 1.7 Milliar, namun kenyataan nya pada musrembang dikantor Camat Hatonduhan semuanya itu berubah,” ucap Johannes Sipayung.

Dirinya juga menegaskan jika rencana pembangunan ruas jalan Nagori Buntu Turunan bukan hanya semata merupakan aspirasi dari Timbul Jaya Sibarani, namun penggabungan dari aspirasi dirinya yang dialihkan tanpa persetujuannya.

“Bukan hanya aspirasi Ketua DPRD saja disitu, aspirasi saya juga digabungkan disitu, dan saya tidak terima akan hal tersebut, sampai kapan pun akan saya perjuangkan pembangunan ruas jalan besar Tangga Batu, bila perlu tidak saya teken nanti anggaran nya itu,” tegas Johannes Sipayung.

Masih dengan Wakil Ketua DPRD Simalungun Johannes Sipayung SE, Musrembang yang dihadiri oleh Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, Wakil Ketua DPRD Johannes Sipayung, Kadis PUPR Simalungun, Camat Hatonduhan beserta Pangulu di Kecamatan Hatonduhan lampau, terjadi perdebatan yang panas mana kala dirinya mempertanyakan alasan pengalihan tersebut kepada Kadis PUPR Hotbinson Damanik.

“Tanya langsung lah pak sama Bupati, gitu lah jawaban kadis PUPR, dan saya juga tidak terima akan pengalihan tersebut, karena menurut saya dalam hal ini Bupati Simalungun dan OPD nya sudah menyepelekan keputusan rapat di Kantor DPRD Yang terhormat,” tambah Johannes Sipayung.

“Dan disisa Jabatan tahun 2024 ini akan saya perjuangkan lagi itu nanti ruas jalan Tangga Batu, karena menurut saya ruas jalan tersebut sudah sangat urgent dan butuh perhatian khusus,” lanjutnya.

Pahala Sihombing selaku Ketua Lembaga Pengawasan Penyelenggaraan Pelayan Publik (LP4) Sumatera Utara ketika ditanya pendapat nya perihal tersebut mengungkapkan, dirinya menduga adanya ‘Intervensi dan Konspirasi Politik’ antara Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Timbul Jaya Sibarani, mana kala rencana pembangunan ruas jalan besar Tangga Batu yang sudah digagasi dan diaspirasikan oleh Johannes Sipayung dalam rapat DPRD dan telah disetujui.

“Menurut saya bisa saja ini bentuk Konspirasi Politik untuk melemahkan kepercayaan publik terhadap Johannes Sipayung, apalagi dengan dekatnya pesta demokrasi 14 februari 2024 nanti, dan sebaiknya hal ini tidak perlu terjadi,” ucap Pahala sihombing.

“Apakah ini merupakan kerja sama politik diantara sesama pemegang kepentingan politik di parlemen menuju pesta perhelatan demokrasi ini?” Tambah Ketua LP4.

Diwaktu yang berbeda R Sirait seorang tokoh masyarakat di kecamatan hatonduhan ketika ditanyai pendapatnya perihal pengalihan pembangunan ruas jalan tersebut mengungkapkan, ruas jalan besar Tangga Batu di Nagori Saribu Asih tersebut sepatutnya sudah mendapatkan perhatian khusus dari Pemkab Simalungun.

“Kok bisa pula dialihkan Bupati sama PUPR yang sudah disetujui di rapat DPRD Simalungun, apa dianggap sepele Bupati itu para wakil rakyat di DPRD Simalungun itu?,” terangnya dengan nada kesal.

Dirinya juga merasa kecewa dengan isu yang beredar perihal konspirasi politik Bupati Simalungun dan Ketua DPRD Simalungun, beserta kinerja Kadis PUPR Simalungun hotbinson Damanik yang diduga ikut memuluskan tindakan tersebut.

“Kalau benar ternyata isu antara Radiapoh dan Timbul Jaya sibarani itu, berarti tidak pantas lagi itu menjabat lae, tega ditumbalkan nya rakyat demi kepentingan politik nya, dan Kadis PUPR itu pun kok seperti kerbau dicucuk hidung nya ya, mennurut saja sama atasan nya” ucapnya kepada japos.co.

Hingga berita ini diturunkan Radiapoh Hasiholan Sinaga selaku Bupati Simalungun beserta Timbul Jaya Sibarani selaku Ketua DPRD Simalungun belum dapat dikonfirmasi. (L Tampu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 122 SUKABUMI, JAPOS.CO – Kunjungan Pengurus Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi ke kantor MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Sukabumi, Selasa (16/04/2024).Advertisementscroll kebawah untuk lihat konten Adapun kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi…