Scroll untuk baca artikel
BeritaSumatera Utara

Jukir Siantar: Konsultan Bikin Ulah, Setoran 400 Persen Angka Gila

×

Jukir Siantar: Konsultan Bikin Ulah, Setoran 400 Persen Angka Gila

Sebarkan artikel ini

Views: 3.5K

PEMATANGSIANTAR, JAPOS.CO – Masyarakat ekonomi lemah di Kota Pematang Siantar tampak nya ekonomi mereka akan menjadi semakin terpuruk, yang seharusnya pemerintah menciptakan kebijakan yang membuat masyarakat agar bisa hidup sejahtera, malah bertolak belakang.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Kali ini terjadi terhadap juru parkir (jukir) bekerja dengan menghadapi resiko yang tidak ringan demi untuk kebutuhan hidup dan menghidupi keluarga, hingga rela bertarung nyawa, jiwa dan raga, tak jarang teriknya sinar matahari maupun turunnya air hujan mereka terus harus tetap bekerja, menata parkir sepeda motor juga mobil dengan rapi dilokasi parkir, sekaligus menjaga keamanan kendaraan masyarakat.

Para jukir di Kota Pematang Siantar merasa diperas, dengan kebijakan baru Pemko Siantar yang menaikkan setoran retribusi parkir di tepi jalan umum hingga ke tingkatan, bukan hanya seolah mencekik leher, namun seperti Drakula.

Di sejumlah titik, setoran parkir menggila, dinaikkan hingga 400 persen dari setoran biasanya, efek dari itu Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Siantar di Jalan SM Raja, tepatnya berbelahan dengan kantor PT. TASPEN ( Persero )“diserbu” puluhan jukir, Rabu 07/02/2024).

Fb juru parkir yang berlokasi di Jalan Musyawarah, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, menyebut, semula setorannya Rp 50 ribu per hari, lalu dinaikkan menjadi Rp 250 ribu per hari.

“Penghasilan yang didapat dari mulai pagi hingga sore hari paling rata-rata 150 ribu rupiah, tentun saya merasa sangat keberatan terhadap kebijakan Pemko Siantar. Kebijakan itu dinilai tidak masuk akal, kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil,” ujarnya.

Begitu juga kata Ismed Dalimunthe selaku pengelola parkir yang berada di jalan Kartini bawah sekitaran kantor MUI sebelumnya, setoran sebagai pendapatan asli daerah (PAD) ke Pemko Siantar sebesar Rp 80 ribu per hari , sejak tanggal 2 Januari 2024 kenaikan setoran pun menjadi 270 ribu per hari, ini kenaikan gila “kesalnya.

“Bagaimana caranya untuk memenuhi setoran gila itu, suruh saja pegawai itu disitu satu harian, jadi jukir, apakah bisa mereka saya pastikan tidak, dapat kalau segitu, 400 persen kenaikan itu diberlakukan sekarang, apakah pemko mau mematikan kami kah, “ujar Ismed.

Diwaktu dan tempat yang sama Kepala Dinas Perhubungan Kota Pematang Siantar Julham Situmorang mengatakan, langsung kepada para jukir dari teras kantornya, kenaikan itu terjadi atas rekomendasi dari konsultan yang melakukan penilaian terhadap potensi pendapatan retribusi parkir di tepi jalan umum.

Julham mengakui, nilai kenaikan setoran parkir yang dibebankan kepada jukir, tidak logis. sehingga sangat memberatkan jukir untuk bisa memenuhi setoran yang baru ini.

“Dihadapan para puluhan jukir yang menggeruduk kantor nya Julham mengatakan saya juga ikut merasakan hal yang sama dengan bapak ibu semua yang hadir saat ini , saya  mohon untuk kita semua bisa bersabarlah,” sambil menunggu keputusan akhir, semoga angka kenaikan ini bisa lagi diturunkan tentunya tidak kembali seperti semula tapi diangka yang logis,” ungkapnya.

“Setelah selesai pertemuan kita ini kami akan menggelar rapat, untuk itu saya minta kepada bapak ibu semua nya yang sangat saya sayangi, tadi Pak Viki Juliamsyah mewakilili Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Pematang Siantar sudah menjelaskan secara rinci kepada kita semua. maka dari itu sudah bisa la kita bubarkan pertemuan kita ini ya ? waktu juga sudah siang ni, hampir jam 12,”lanjutnya.

Julham mengaku prihatin atas kenaikan setoran tidak logis itu.”Terimakasih kepada semua bapak-ibu, yang hadir disini, sudah menyempatkan waktu dan kesempatan untuk mendengar kan apa yang sudah dijelaskan tadi dan sudah menyampaikan pendapatnya kepada kami, sudah oke kan? sudah cukup kan ? “nah, untuk itu bergerak la bapak – ibu menuju lokasi parkirnya masing masing untuk bekerja dengan baik dan benar seperti biasanya,” ungkapnya.

“Semoga kita semua sehat selalu, sebagai juru parkir tetap la bekerja dengan baik dan benar, pastikan keamanan kendaraan masyarakat, jaga kedamaian , dan jaga kenyamanan kota Pematang Siantar yang kita cintai bersama,” pungkasnya. ( Andy Alfiano )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 79 KABUPATEN BANDUNG, JAPOS.CO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kabupaten Bandung menggelar program kurban berkah BAZNAS sebanyak 80 ekor domba.Advertisementscroll kebawah untuk lihat konten Hewan kurban tersebut dari…