Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEKupas-TuntasSumatera Barat

Pembangunan JUT Guguak Taratak Teleng Memuai Kontroversi

×

Pembangunan JUT Guguak Taratak Teleng Memuai Kontroversi

Sebarkan artikel ini

Views: 1.3K

PESISIR SELATAN, JAPOS.CO – Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Guguak di Kampuang Taratak Teleng, Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, di bangun dengan Anggaran Dana Desa Tahun anggaran 2023 disinyalir tidak sesuai dengan perencanaan awal, sehingga menuai kontroversi dan minim partisipasi pemanfaat.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Keluhan masyarakat termasuk peninggian jalan yang mengakibatkan kesulitan akses, tertutupnya saluran irigasi, dan kurangnya keterlibatan dalam musyawarah. Meski ada mediasi, kesepakatan hanya berupa janji, meninggalkan empat keluarga dengan akses terbatas.

Pasalnya, menurut laporan dari berapa masyarakat pengguna pemanfaat yang merasa dirugikan terkait dengan pembangunan itu. Ia mengatakan kepada awak media harian Jaya Pos melalui via Selulernya Sabtu 30 Desember 2023. Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Guguak terkesan tidak melibatkan pihak pemanfaatan, di bagian lokasi bangunan tersebut.

Ditengah perjalanan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Guguak Kampung Taratak Teleng Kenagarian Puluik Puluik, empat rumah dari sepuluh rumah yang ada di lokasi pembangunan itu rasa dirugikan, sehingga menimbulkan polemik yang tak dapat dipungkiri, imbuhnya.

Seperti yang telah disampaikan oleh masyarakat pengguna manfaat Jalan Usaha Tani (JUT) tersebut, bahwa kuat dugaan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT)  yang dikerjakan secara Swakelola namun dapat menggunakan alat berat, seperti Excavator dan tidak melibatkan secara musyawarah dengan pemanfaat, ungkapnya.

Adapun sebagai dampak pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang dikerjakan itu, tertutupnya saluran Irigasi dan jalan utama yang ada.

Bukan hanya itu, di jalan utama menuju empat buah ruah biasanya akses jalan sangat mudah untuk ditempuh. Namun setelah adanya peninggian jalan tersebut sulit untuk ditempuh, sehingga para pemanfaat menuju ke empat rumah tersebut terpaksa manjat, dan sulit untuk dilewati apa lagi untuk sepeda motor, imbuhnya.

Ditengah pengerjaan pembangunan jalan tersebut waktu itu, masyarakat yang mewakili perna menyampaikan teguran,setelah teguran tersebut, bahkan akses jalan tersebut semangkin ditinggikan. Dan bahkan pihak masyarakat  memberikan surat pengaduan masyarakat kepada wali nagari, sehingga antara wali nagari dan masyarakat mendapatkan mediasi.

Sebagai hasil kesepakatan tersebut berbunyi sebagai menyelesaikan sengketa terhadap masyarakat, pihak wali nagari bersedia membuatkan akses jalan kepada empat rumah sebagai penerima manfaat dari sejumlah empat kepala keluarga dengan kelebaran jalan 2 meter.

Dan juga bersedia membuatkan kembali jaringan irigasi sawah yang ada di belakang pemungkiman masyarakat. Namun hanya sebatas janjinya saja, hingga sekarang empat kepala keluarga terpaksa merayap dan memanjat untuk menuju ke rumahnya itu, sengketa terabaikan akses jalan utama jadi lancar menuju rumah orang tua dari wali nagari tersebut paparnya.

Sementara itu, pihak pemerintah nagari dibawah kepemimpinan Sidul sebagai wali nagari Puluik Puluik saat chat melalui via telepon nya, awalnya menyambut kata perkenalan sangat mesra, namun setelah disampaikan sebagai awak media harian Jaya Pos untuk bersilaturahmi ke kantornya, seakan mengelak dan ada jawaban, sampai berita ini diterbitkan. (YN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *