Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Barat

Suami Kerja di Jepang Istri Bawa Pria Lain ke Rumah, Ujung-ujungnya Oknum ASN Ini Digerebek Warga

×

Suami Kerja di Jepang Istri Bawa Pria Lain ke Rumah, Ujung-ujungnya Oknum ASN Ini Digerebek Warga

Sebarkan artikel ini

Views: 62

BANJAR, JAPOS.CO – Walikota Banjar, Hj Ade Uu Sukaesih mengaku sudah memerintahkan Inspektorat Kota Banjar untuk menangani secara serius kasus skandal dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asih Husada berinisial ‘VM’ dan ‘KA’ yang diduga mesum dan digrebek warga di RT10/RW6 Dusun Sukamaju Desa Mulyasari Kecamatan Pataruman Kota Banjar. “Saya sudah perintahkan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan (VM dan KA), agar di laksanakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sejauh mana kasusnya, harus diperiksa dulu,” kata Hj. Ade Uu usai menghadiri acara rangkaian HUT TNI di Kabupaten Ciamis, Sabtu (14/10).

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Ia mengaku prihatin atas kejadian yang dilakukan oleh dua oknum ASN di Lingkungan Pemkot Banjar. Menurutnya, kasus tersebut mencoreng nama baik dan etika sebagai ASN. “Saya ikut prihatin, saya juga baru mendapatkan laporan ini kemarin (Jumat, 13/10). Nanti, hasil dari pemeriksaan Inspektorat bisa terlihat sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada dua oknum ASN tersebut. Dalam aturan, soal sanksi kan ada sanksi teguran lisan, tertulis, sanksi ringan, hingga berat. Nanti kita lihat dulu hasil pemeriksaannya,” kata Hj. Ade Uu.

Sementara itu, Inspektur Kota Banjar, Agus Muslih MMKes QGIA saat dikonfirmasi para awak media mengatakan, sudah menerima laporan pemeriksaan dari Dinas Kesehatan Kota Banjar. Pihaknya sedang menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang mengetahui penggerebekan VM dan KA tersebut. “Nanti kita menunggu jadwal dari tim untuk pemanggilan pemeriksaan terhadap dua ASN (VM dan KA), nanti juga hasil tindakan selanjutnya kan tergantung hasil pemeriksaan. Ini belum tuntas karena ini harus dianalisa dulu pembuktiannya sejauh mana nanti dihubungkan dengan pasal-pasal terkait dengan pelanggaran disiplin,” katanya.

Ia mengaku soal sanksi terhadap dua ASN itu akan dilihat dari hasil pemeriksaan, termasuk pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan dan RSUD Asih Husada. “Dari Dinas Kesehatan dan Rumah sakit sesuai kewenangan mereka sudah melakukan pemeriksaan, nanti kita tinjau dan review dari hasil pemeriksaan yang sudah mereka lakukan, apakah mereka sudah melakukan sanksi atau enggak sesuai kewenangan. Sudah masuk pemeriksaannya, tapi kita belum cek apakah sudah dijatuhi sanksi oleh OPD-nya atau belum,” ungkap Agus.

Diberitakan sebelumnya, dua ASN pegawai RSUD Asih Husada Kecamatan Langensari Kota Banjar  berinisial ‘VM’ dan ‘KA’ digerebek warga, Sabtu (23/9) pada pukul 12.00 WIB. Keduanya tengah berada di dalam rumah milik ‘VM’ di RT10 RW6 Dusun Sukamaju Desa Mulyasari Kecamatan Pataruman Kota Banjar.

Penggerebekan itu buntut dari kecurigaan warga sejak dua bulan terakhir, VM sering membawa laki-laki ke dalam rumah, padahal VM sendiri sudah memiliki suami yang sedang bekerja di Jepang. Belakangan diketahui, laki-laki tersebut adalah teman kantornya, berinisial KA. “Kami sudah menaruh curiga sejak lama, dari mulai bulan puasa. Terakhir sekitar satu bulan setengah, laki-lakinya (KA) sering datang ke rumah VM. Kami memberanikan diri mendatangi rumah VM, pintu rumah dan garasinya dikunci dari dalam,” kata Meki Purnama, di Kantor Inspektorat Kota Banjar, Jumat (13/10).

Meki Purnama menjelaskan, setelah didatangi kemudian keduanya diinterogasi ketua RT setempat dan beberapa warga. KA sendiri, kata Meki Purnama, mengakui kesalahannya karena berada di dalam rumah VM dengan kondisi pintu terkunci. “Saya dengan beberapa warga sudah mengintai sejak kedatangan KA ke rumah VM sekitar pukul 10.00 WIB waktu itu,” ujarnya. “Saat ditanya oleh Ketua RT, VM mengaku bersama KA di dalam rumah hanya sebatas curhat. KA juga ternyata sudah punya istri, rumahnya di Balokang,” jelasnya.

Tak hanya Meki, Kusyono yang rumahnya berdekatan dengan TKP mengaku VM sudah memiliki dua orang anak. Suaminya kerja di Jepang. Namun setiap KA datang, anak-anak VM tidak ada. Diduga anak-anaknya dititipkan ke tempat saudaranya. “Saat digerebek warga juga, hanya dua orang di dalam rumah, VM dan KA. Anak-anak VM ini tidak ada,” pungkas Kusyono. (Mamay)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 119 BUKITTINGGI, JAPOS.CO – Dana anggota koperasi Saayun Salangkah Kota Bukittinggi senilai Rp 8 Milyaran mengendap dimana?.Advertisementscroll kebawah untuk lihat konten Mirisnya, beberapa anggota Koperasi Saayun Salangkah jangankan untuk…