Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINESUMATERASumatera Utara

Mahasiswa Demo Kejari Labuhanbatu Dugaan KKN Kacabdis Wilayah VII Sumut

×

Mahasiswa Demo Kejari Labuhanbatu Dugaan KKN Kacabdis Wilayah VII Sumut

Sebarkan artikel ini

Views: 226

LABUHANBATU, JAPOS.CO – Sejumlah mahasiswa dari aliansi jaringan aktivis mahasiswa Labuhan Batu, Sumatera Utara berunjuk rasa menuntut Kejaksaan Negeri Labuhanbatu mengusut indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme di Lingkungan Kacabdis Wilayah VII Sumut.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Unjuk rasa berlangsung, Rabu(16/10) pagi di kantor Kejari Labuhanbatu Jalan Sisingamangaraja Rantau Prapat Labuhanbatu, Sumatra Utara.

Mahasiswa menduga bahwa realisasi proyek sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 dikerjakan oleh anak kandung Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara wilayah VII Labuhanbatu. Proyek tersebut, sarat dengan gratifikasi karena hubungan sedarah antara penyedia dan pengelola proyek.

Atas temuan itu, mahasiswa mendesak Kejari Labuhanbatu menyelidiki indikasi gratifikasi tersebut. Aksi unjuk rasa di hadiri 20 mahasiswa.

Dalam unjuk rasa, mahasiswa membawa spanduk bertuliskan kecaman dan desakan atas proses hukum kasus gratifikasi itu. Koordinator Lapangan Idris Siregar mengatakan,  kami aksi didukung oleh mahasiswa dari himpunan mahasiswa Indonesia (HMI).

“Kami meminta kepada Kejari Labuhanbatu untuk memeriksa setiap kepala sekolah SMA /SMK di wilayah VII Sumut yang menerima DAK 2023 diperiksa,” ujar Idris Siregar ditemui Japos.co, Senin (16/10) pagi.

Aksi unjuk rasa mahasiswa diterima oleh Kepala Seksi Pidana Umum Monang Jefri,SH.
Ia mengatakan, tuntutan mahasiswa akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami terima semua tuntutan yang sudah disampaikan rekan-rekan mahasiswa dan akan kami proses permasalahan ini,” ujar Monang Jefri kepada mahasiswa.

Selanjutnya, mahasiswa melakukan aksi kembali di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Sumut wilayah VII. Di lokasi ini, mahasiswa diterima oleh Kacabdis Wilayah VII Sumut Rahmad Hidayat Rambe.

Dalam keterangan resminya, Rahmad Hidayat Rambe membantah adanya tuduhan mahasiswa.

“Saya klarifikasi terkait tuduhan bahwa anak saya sebagai pengelola proyek sekolah tahun 2023 itu semua tidak benar,” ujar Rahmad Hidayat Rambe menerima mahasiswa.

Rambe membantah adanya tuduhan mahasiswa. “Saya klarifikasi terkait tuduhan bahwa anak saya sebagai pengelola proyek sekolah tahun 2023 itu semua tidak benar,” ujar Rahmad Hidayat Rambe menerima mahasiswa.

Rahmad menyebut, proyek DAK dikelola langsung oleh Kepala Sekolah. Kemudian, tidak melibatkan pihak lain.

“Boleh para adik adik mahasiswa kroscek di lapangan terkait proyek sekolah tahun 2023,” ujarnya.

Unjuk rasa berlangsung aman dan tertib dan mendapatkan pengawalan dari Polres Labuhanbatu. (Isnani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 128 BUKITTINGGI, JAPOS.CO – Dana anggota koperasi Saayun Salangkah Kota Bukittinggi senilai Rp 8 Milyaran mengendap dimana?.Advertisementscroll kebawah untuk lihat konten Mirisnya, beberapa anggota Koperasi Saayun Salangkah jangankan untuk…