Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINESUMATERASumatera Utara

Perpolitikan di Sumatera Utara, Bang Ucok Kritis dan Tajam, Begini Tanggapannya

×

Perpolitikan di Sumatera Utara, Bang Ucok Kritis dan Tajam, Begini Tanggapannya

Sebarkan artikel ini

Views: 120

SIMALUNGUN,JAPOS.CO –  Budiman Damanik atau yang akrab di sapa bang Ucok, salah satu Calon Anggota Legislatif DPR RI dari partai Gerindra daerah pemilihan III dengan nomor 7, menyoroti tajam terkait perpolitikan provinsi Sumatera Utara, apalagi memasuki tahun politik di 2024 mendatang, hal tersebut di sampaikannya saat berbincang rama di Kafe Massa Kok Tong jalan sangnawaluh Blok C No.31-32-33 komplek Mega land, kelurahan Siopat Suhu Kecamatan Siantar Timur kota Pematangsiantar Sumatera Utara. Kamis (15/06/2023).

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Budiman Damanik mengungkapkan, masyarakat khususnya di sumatra utara, juga harus mampu mengarahkan masyarakat untuk menentukan pemimpin mereka di periode yang akan datang baik legislatif maupun eksekutif.

“Sebab, tak sedikit masyarakat yang menggantungkan pilihan mereka kepada para tokoh maupun para calon yang akan ke senayan,” ujarnya.

Sehingga ia mengajak masyarakat Sumatra utara dan para tokoh dan pemuka agama agar selektif dalam memilih calon pemimpin baik di legislatif dan eksekutif untuk dijadikan wakil rakyat mereka.

“Carilah calon pemimpin yang punya kompetensi untuk menjadi wakil masyarakat, di senayan dan harus memiliki keterpanggilan jiwa dan hati nurani, sehingga terwujutlah apa yang di inginkan masyarakat secara khusus di Sumut tiga,” ucap Bang Ucok.

Lanjut Ucok, kita akan melihat perkembangan dunia politik sekarang khususnya di Sumatra Utara, perlu melihat perkembangan pemerintahan Kota maupun kabupaten di Sumut.

Menurut Ucok, pemerintah kota Kabupaten disumut ini butuh perwakilan untuk orang di pusat dan bisa sekaligus memonitor dan perkembangan di pusat.

“Harus punya akses yang bagus ke pemerintah pusat mungkin dalam hal ini hanya bisa diakomodasi apabila ada perwakilan masyarakat yang duduk di Senayan,” terangnya.

Lanjut ucok, sistem perpolitikan di Sumut terutama untuk Bupati Walikota boleh dibilang di tingkat nasional itu agak agak menyeramkan kaku gitu ucap nya, dan sudah membudaya semua harus pakai uang, akhirnya ketika jadi pun pemimpin di Sumut Tetap orientasinya paling tidak dia akan berusaha mengembalikan apa yang dihabiskan pada saat berjuang.

Selanjutnya Ucok mengatakan, keinginanya untuk ke Senayan, bukan semata mencari uang dan popularitas, tetapi ingin memajukan sumatra utara. “saya sebenarnya terjun ke sini bukan mau nyari duit namun niat kita, karna melihat perkembangan di Sumut,”
karna kalau di lihat, sumut ini menurutnya, tingkat politiknya lebih seram dibanding di Jawa ucapnya.

Menurutnya, hampir tidak ada pemimpin yang jadi Bupati Walikota di Sumut, murni karena kemampuan, semua karena kekuatan,atau identik dengan kekuatan duit(uang).

“Untuk itu saya pun mau merubah mendset atau pola pikir, termasuk, ketika orang atau siapapun yang akan terjun ke Senayan,” jelasnya.

Orang bilang harus ada uang 15 hingga 20 an juta, menurut Ucok tidak harus kekuatan duit kita harus Tunjukkan kalau diri kita punya kemampuan punya jaringan dan akan berbuat untuk masyarakat Sumatera Utara.

Selanjutnya terkait banyaknya para calon yang berasal dari luar dan ingin meraih suara untuk ke senayan, Budiman Damanik atau lebih sering disapa Ucok mengatakan, sebaiknya masyarakat Sumatera Utara dalam melilih wakilnya untuk ke senayan, adalah orang yang benar-benar memahami kondisi Sumatera Utara.

Apalagi, menurut Ucok banyak orang batak yang tinggal di perantauan yang sudah berhasil diharapkan mau membangun Sumatera Utara.

“Bahkan menurut ucok(Budiman Damanik)untuk memilih wakil ke senayan, adalah orang yang sudah berbuat dan punya record yang benar-benar mampu memimpin, itulah sebabnya Perlunya kita pelajari latar belakang orang lahirnya Di mana kerjanya di mana usahanya apa selama ini,” jelasnya.(Zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *