Scroll untuk baca artikel
BengkuluBeritaHEADLINESUMATERA

Ini Dasar Gas Elpiji 3Kg Naik, Disperindag-Kop Mukomuko Himbau Orang Kaya Tidak Gunakan Gas Bersubsidi

×

Ini Dasar Gas Elpiji 3Kg Naik, Disperindag-Kop Mukomuko Himbau Orang Kaya Tidak Gunakan Gas Bersubsidi

Sebarkan artikel ini

Views: 151

MUKOMUKO, JAPOS.CO – Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Provinsi Bengkulu Nomor K.212.BI.2023. tentang harga tertinggi Elpiji 3 Kg di Provinsi Bengkulu tertanggal 1 Juni 2023 harga tertinggi (Hat) terjadi kenaikan dinilai dari jarak Sistem Pelayanan Berbasis Elektronik (SPBE) Bengkulu ke lokasi masing- masing di wilayah Kabupaten Mukomuko.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Hal ini dinyatakan Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindag-Kop) Kabupaten Mukomuko pada Senin (5/6/2023) di Mukomuko.

“Seperti Ipuh itu lebih murah dari Lubuk Pinang, karena di ukur dari jarak tempuh. Di Air Rami, Ipuh, Sungai Rumbai Hat tertinggi adalah Rp 22.000, sedangkan Teramang Jaya, Penarik, Air Dikit, Teras Terunjam Hat tertinggi Rp 23.000, sedangkan untuk Kecamatan Selagan Raya dan Kecamatan Kota sebesar Rp 24.000 di masing-masing pangkalan,” ujar Nurdiana.

Nurdiana juga menjelaskan untuk kecamatan Lubuk Pinang dan V Koto ini sebesar Rp 25.000.

“Oleh karnanya kita menghimbau kepada masyarakat agar untuk membeli gas elpiji di pangkalan sebab pangkalan harus menjual harga Hat tertinggi tidak boleh lebih,” lanjutnya.

Kadis Disperindag menekankan Pemilik pangkalan diharuskan untuk memasang spanduk terkait harga tertinggi pangkalan sesuai SK Gubernur Bengkulu.

“Untuk mendapatkan harga tertinggi pangkalan, masyarakat seharusnya membeli di pangkalan, jika masyarakat membelinya di warung-warung wajar saja harganya lebih tinggi dibanding di pangkalan sebab warung akan di ecer kembali apalagi dengan jarak tempuh yang jauh,” paparnya.

“Untuk masyarakat yang ekonominya lebih (kaya) kita menghimbau untuk tidak menggunakan elpiji melon 3 Kg, pasalnya ini merupakan elpiji bersubsidi, untuk masyarakat miskin. Dan juga untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji 3 Kg di Kabupaten Mukomuko,” ungkapnya.

“Untuk kesedian elpiji bersubsidi untuk kabupaten Mukomuko itu sudah terpenuhi, hanya saja terkadang masyarakat yang ekonominya lebih masih banyak saja yang menggunakan elpiji bersubsidi ada baiknya menggunakan gas elpiji melon yang non subsidi,” kata Nurdiana.

“Ada daerah lain pangkalannya sampai menjual ke luar daerah contohnya, pangkalan Lubuk Pinang menjualnya ke luar daerah, ini lah yang menyebabkan terjadinya kelangkaan di daerah itu, seperti yang pernah kita ketahui ada beberapa pangkalan yang mengecer ke luar dari wilayah nya, ini akan kita tindak lanjuti, melalui pihak kepolisian,” pungkas Nurdiana.(JPR)

<span;> 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *