Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINESUMATERASumatera Barat

Mega Proyek Air Baku Lubuk Bulang Diduga Gagal, Mantan Wali Nagari Gunung Selasih Angkat Bicara

×

Mega Proyek Air Baku Lubuk Bulang Diduga Gagal, Mantan Wali Nagari Gunung Selasih Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini

Views: 265

DHARMASRAYA, JAPOS.CO – Mega proyek puluhan milyar di Nagari Gunung Selasih Jorong Lubuk Bulang diduga gagal. Hal tersebut disampaikan pemuka masyarakat dan tokoh setempat, (27/4).

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Saat dikonfirmasi pada Mantan Wali Nagari Gunung Selasih dan Penghulu di Jorong Lubuk Bulang DT R Adil (gelarnya) mengungkapkan bahwa dirinya sangat kesal dengan pembangunan proyek tersebut, karena waktu akan dibangun tergiur dengan adanya pembangunan air baku di atas lahan kepunyaan pribadinya.

“Semestinya masyarakat sejahtera dengan pemanfaatan air bersih dan akan terpipanisasi sekenarian Gunung Selasih dalam konsep proyek tersebut,” terangnya.

“Sungguh disesalkan pembangunan Intek air baku dilahan tanah saya ini dan saya izinkan pembangunannya, sewaktu itu saya pula jadi wali nagari”, jelasnya.

“Bila kita lihat litologi air pada volume atau kapasitas Air 0,05/ detik itu akan sederhana dan termasuk cukup bila diaplikasikan ke rumah-rumah penduduk di jorong Lubuk Bulang khususnya dan Nagari Gunung Salasih umumnya”, tambahnya lagi.

Hal ini juga diperkokoh oleh salah satu Penghulu di Lubuk Bulang yang bergelar Datok(60th) menyampaikan bahwa pipa air itu hanya sampai ke intek saja dan bukan diaplikasikan ke masyarakat, karena tidak ada tanda-tanda aplikasi pipa itu.

Bisa dilihat di sepanjang jambatan Batang Pangean yang seharusnya menyeberangi sungai dan akan menempel di bodi jembatan tersebutkan tidak ada, maka proyek ini juga diduga proyek gagal atau sulap menyulap proyek.

“Seluruh masyarakat akan kecewa dengan proyek tipu tepok ini karena pipa aplikasi tidak ditemukan menyeberangi sungai Batang Pangean ini dan seharusnya menempel di bahu jembatan ini,” sebutnya.

“Kami akan berusaha melaporkan proyek ini kepihak terkait ataupun ke pihak hukum karena manfaat dari proyek ini tidak ada, dan proyek ini juga tidak terjaga sebagai aset”, pungkasnya.

Menanggapi proyek tersebut, salah satu aparat yang enggan disebutkan namanya berharap dengan berita ini diturunkan ada solusi oleh Balai Air dan aset di BWS.V Batang Hari Provinsi Sumatera Barat, agar pembangunan intek Air Baku ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Bila kita lihat bangunan intek air baku ini sudah tidak terawat, belum bisa dikutip manfaatnya dan aset ini sudah banyak kecolongan seperti; atap sudah banyak yang dibuka atau hilang, Elbo pipa sudah tidak ada lagi dan sehingga air seperti tembakan air mancur dan mengakibatkan tanah yang terkena air tersebut menjadi erosi ke bahu jalan dan jalan akan tertimbun dari erosi tersebut,” terangnya.(Erman Chaniago).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 56 JAKARTA, JAPOS.CO – Gerombolan Pemancing Liar, yang dikenal dengan singkatan GOMPAL, mengadakan kegiatan mancing bareng (mabar) di tambak yang terletak di wilayah Bambu Kuning dekat Banjir Kanal Timur…