Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Barat

Setengah Juta Remaja di Jabar Ikut Perangi Stunting

×

Setengah Juta Remaja di Jabar Ikut Perangi Stunting

Sebarkan artikel ini

Views: 76

BANDUNG, JAPOS.CO – Sebanyak 500 ribu remaja di Jawa Barat akan dilibatkan dalam program percepatan penurunan stunting. Melalui program bertajuk INI GENTING atau Implementasi Nyata Genre Cegah Stunting, BKKBN Provinsi Jawa Barat tengah fokus melakukan pembekalan melalui workshop kepada remaja konselor sebaya.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Deputi KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Eni Agustina mengatakan, remaja merupakan garda depan dalam upaya pencegahan terlahir stunting baru. Oleh sebab itu, BKKBN melalui program INI GENTING menargetkan setengah juta remaja di Jawa Barat bisa menjadi konselor sebaya untuk pencegahan lahirnya stunting baru. “Jawa Barat menjadi harapan besar nasional dalam upaya penurunan stunting, BKKBN ditugaskan untuk mengedukasi hampir setengah juta remaja untuk menjadi agen konselor sebaya di lingkungannya,” ungkap dr. Eni saat Workshop Edukasi Gizi di Kabupaten Karawang, Rabu, (29/3) sore.

Dia menegaskan, melalui program INI GENTING diharapkan remaja bisa mengerti usia terbaik perkawinan. Dengan harapan bisa melahirkan anak yang sehat dan terhindar dari stunting. Selain itu, remaja putri juga digembleng untuk memahami pentingnya mencegah anemia. Sebab, kondisi anemia juga menjadi salah satu faktor terjadinya kasus stunting baru. “Melalui mereka, kita tidak harus melakukan kegiatan mengumpulkan masa untuk sosialisasi. Mereka bisa melakukannya disela kegiatan remajanya, seperti saat di sekolah, di kampus atau dalam moment buka bersama,” tegasnya.

Sementara, Pelaksana Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi mengungkapkan, jumlah remaja di Jawa Barat saat ini mencapai 12 juta jiwa. Atau sekitar 25 persen dari jumlah populasi di Jawa Barat.

Duta Genre di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, saat ini memiliki tugas besar untuk menjadi agen perubahan. Utamanya dalam membantu pemerintah menurunkan angka stunting di Jawa Barat. “Stunting di Jawa Barat saat ini masih tinggi. Ya walaupun sudah turun 4 poin, tapi masih ada 1,6 juta keluarga beresiko stunting di Jawa Barat,” ungkap Dadi dalam sambutannya di acara workshop tersebut.

Oleh karena itu, tandas Dadi, remaja berperan penting melakukan edukasi agar tidak lahir stunting baru. (Mamay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 148 BUKITTINGGI, JAPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum [KPU] Kota Bukittinggi melaksanakan finalisasi rekapitulasi perhitungan Pemungutan Suara Ulang [PSU] Dewan Perwakilan Daerah [DPD] RI tahun 2024 di tiga Dapil Kecamatan…