Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Barat

DPUPRP Usulkan Pembangunan Jembatan Gantung Ciamis-Kuningan yang Putus ke Pemprov Jabar

×

DPUPRP Usulkan Pembangunan Jembatan Gantung Ciamis-Kuningan yang Putus ke Pemprov Jabar

Sebarkan artikel ini

Views: 208

CIAMIS, JAPOS.CO – Jembatan gantung sepanjang 45 meter di Dusun Citapen Landeuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terputus diterjang arus Sungai Cijolang.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Peristiwa itu terjadi Sabtu (25/3) sore saat hujan mengguyur wilayah tersebut. Jembatan gantung putus itu menghubungkan dua desa di Dua Kabupaten. Yakni Desa Sukajaya, Kabupaten Ciamis dengan Desa Ciberung, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan.

Kepala Desa Sukajaya, Helmi Purnama mengatakan, hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Rajadesa menyebabkan, jembatan gantung sepanjang 45 meter tersebut putus. “Jembatan itu menghubungkan Desa Sukajaya dengan Desa Ciberung Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan putus terbawa arus sungai, ” katanya.

Meski tidak ada korban jiwa, putusnya jembatan tersebut mengakibatkan akses penghubung antar Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Kuningan lumpuh total.

Helmi menyebutkan, hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Sukajaya menyebabkan sungai Cijolang meluap. Sehingga jembatan gantung terbawa arus sungai. Atas peristiwa tersebut Pemerintah Desa Sukajaya telah melaporkannya ke tingkat Kecamatan dan meninjau lokasi. Guna menindaklanjuti peristiwa tersebut, Pemerintah Desa dan Muspika Kecamatan Rajadesa meninjau lokasi. “Mengingat hujan masih mengguyur kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Kerugian perkiraan mencapai Rp300 juta,” himbau Helmi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Japos.co, Pemkab Ciamis melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Ciamis mengusulkan penggantian jembatan gantung yang menghubungkan Kabupaten Ciamis-Kuningan ke Pemprov Jabar. Jembatan yang menghubungkan dua desa yang berada di dua kabupaten itu putus akibat diterjang arus Sungai Cijolang, Sabtu (25/3) lalu.

Kepala DPUPRP Ciamis, Drs. H. Andang Firman, T. MT, didampingi Sekretaris DPUPRP Ciamis Eka Oktaviana, ST, M.A.P mengatakan, biasanya Pemprov Jabar memiliki program pembuatan jembatan gantung. Sehingga pihaknya pun langsung bergerak setelah peristiwa putusnya akses dua daerah itu. “Tahun kemarin juga kita usulkan 5 jembatan, namun kita dapat 2. Untuk kejadian ini, kita dan Pemkab Kuningan sama-sama mengusulkan perbaikan jembatan yang baru,” katanya, Senin (27/3).

Andang mengatakan, dengan adanya dua usulan dari dua pemerintah daerah itu, harusnya Pemprov Jabar langsung bertindak. Meski begitu, tidak mungkin masing-masing daerah itu mendapatkan bantuan dan langsung dibangun. Sebab, kemungkinan hasilnya pun bisa berbeda. “Kalau permanen atau tidaknya, itu kembali lagi bagaimana jalannya. Kalau jalannya memungkinkan untuk roda 4, berarti akan permanen. Namun kalau hanya untuk roda 2, berarti hanya jembatan gantung. Paling penting kita dan Kuningan sudah sama-sama mengajukan,” pungkasnya. (Mamay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bengkulu

Views: 139 MUKOMUKO,JAPOS.CO– Jelang berlangsungnya Operasi Nala di wilayah hukum Polres Mukomuko Polda Bengkulu ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Nala 2024 dengan tema “Tertib Berlalulintas Demi Terwujudnya Indonesia…