Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Barat

Kota Banjar Tidak Perlu Beras Impor

×

Kota Banjar Tidak Perlu Beras Impor

Sebarkan artikel ini

Views: 104

BANJAR, JAPOS.CO – Satgas Pangan Kota Banjar melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan masyarakat yang berlaku di Pasar Tradisional Banjar, Jumat (27/1). Sidak kali ini dipimpin langsung Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih bersama Aparat Penegak Hukum (APH) unsur Polri, TNI, Staf Ahli Wali Kota Banjar, OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Banjar, Camat Pataruman dan Lurah Hegarsari serta Lurah Pataruman.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Bersamaan sidak tersebut, rombongan Satgas Pangan Kota Banjar juga meninjau keberadaan beras impor di Pasar Kota Banjar. Saat itu tidak ditemukan beras impor. Kalaupun ada beras yang diperjualbelikan dari Bulog, saat ini namanya Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Menurut Wali Kota Banjar, saat ini Kota Banjar suplus beras yang jumlahnya cukup untuk enam bulan ke depan dari sekarang ini.  “Karena suplus beras, Kota Banjar tidak perlu adanya beras impor. Apalagi panen raya menyisakan waktu sebentar lagi. Kalaupun ada kenaikan harga beras, salahsatunya ini imbas kenaikan harga BBM dan faktor cuaca yang menyebabkan hasil panen tak maksimal,” ujar Hj. Ade.

Wali Kota Banjar berharap harga beras kembali normal, setelah musim panen raya Maret-April 2023. “Semoga saja kenaikan harga beras itu tak menimbulkan inflasi yang signifikan. Karena harga kebutuhan masyarakat lainnya selama ini relatif stabil,” harapnya seraya menambahkan, tingkat inflasi Jabar selama ini dinilai lebih tinggi dibanding inflasi tingkat nasional.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar, Yoyon Cuhyon, mengungkapkan ketersediaan beras di Kota Banjar sekarang ini sebanyak 8.643,3 ton. Kebutuhan beras di Kota Banjar saat ini sebanyak 1.485 ton/bulan. “Saat surplus 8.643,3 ton, secara otomatis cukup untuk lima sampai enam bulan ke depan. Panen raya padi di Kota Banjar antara Maret sampai April 2023 dengan luas 2.140 hektare dan jumlah produksi Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 13.482 ton,” ungkapnya.

Hal yang sama dikemukakan Kepala Dinas Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banjar, H. Edi Herdianto. Menurutnya, harga kebutuhan masyarakat yang terpantau saat sidak bersama Satgas Pangan Kota Banjar secara umum stabil, tak ada lonjakan harga yang signifikan.

Seperti harga kebutuhan masyarakat dengan satuan per kg,  beras primium IR 64 sebesar Rp 12.800, beras medium rojolele Rp 11.500, minyak goreng kemasan Rp 16.000, minyak goreng curah Rp 15.500, daging ayam ras naik Rp 1000 menjadi Rp 28.000, telur ayam boiler Rp 28.000 dan LPG 3 kg Rp 21.000. “Saat sidak di Pasar Kota Banjar tadi tak ditemukan adanya beras impor, kalaupun ada beras dari Bulog itu cadangan beras pemerintah,” tegasnya.

Salah seorang penjual beras di Kios Pasar Banjar, Rifki, mengakui, jumlah beras yang diterima dari Bulog (CBP) selama ini jatahnya hanya sedikit. Dia tak menjelaskan secara detail jumlahnya. “Harga pembelian dari Bulog itu Rp 9.800 per kg, saat ini dijual Rp 10.400 per kg,” ucap Rifki seraya mengatakan, beras mediun selama ini dijual antara Rp 10.400 sampai Rp 11.400 per kg.

Dikatakan dia, dari semua jenis beras yang tersedia di kios dan terjual selama Januari 2023 ini, totalnya berkisar 2 ton per hari. “Jumlah yang terjual Januari ini (2 ton per hari). Ini berkurang,  dibanding penjualan tahun 2022 saat Desember lalu ketika harga belum naik, terjual antara 3-4 ton per hari,” pungkasnya. (Mamay)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *