Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Tengah

Wawalkot Salahudin: PPKM Resmi Dicabut, Masyarakat Untuk Tidak Eforia, Antisipasi Harus Diutamakan

×

Wawalkot Salahudin: PPKM Resmi Dicabut, Masyarakat Untuk Tidak Eforia, Antisipasi Harus Diutamakan

Sebarkan artikel ini

Views: 47

KOTA PEKALONGAN, JAPOS.CO – Presiden RI Joko Widodo resmi mencabut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah Indonesia pada jumat 30 Desember 2022 lalu.“Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 dengan baik dan sekaligus bisa menjaga stabilitas ekonomi nya,” ujar Presiden Jokowi.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam beberapa bulan terakhir pandemi COVID-19 semakin terkendali di Indonesia. Pada 27 Desember 2022 kasus COVID-19 harian mencapai 1,7 kasus per 1000.000 penduduk, positivity rate mingguan mencapai 3,35%, tingkat perawatan rumah sakit berada di angka 4,79%, dan angka kematian di angka 2,39%.

Ini semua berada di bawah standar dari WHO, seluruh kabupaten/kota di Indonesia saat ini berstatus PPKM level 1 dimana pembatasan kerumunan dan pergerakan orang di tingkat rendah.

“Setelah mengkaji dan mempertimbangkan perkembangan tersebut kurang lebih selama 10 bulan maka pada hari ini pemerintah memutuskan untuk mencabut PPKM yang tertuang dalam instruksi Mendagri nomor 50 dan 51 Tahun 2022,” ucap presiden.

Karena pandemi ini belum berakhir sepenuhnya dan untuk antisipasi gelombang baru, maka Status Kedaruratan Kesehatan (Kepres 11/12 2020) tetap dipertahankan, mengikuti status PHEIC (Public Health Emergency of International Concern) dari Badan Kesehetan Dunia WHO.

Sementara Wakil Walikota Pekalongan H Salahudin mengungkapkan bahwa menanggapi keputusan pemerintah mencabut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ia mengajak masyarakat setempat untuk menghindari euforia dan tetap waspada.

“Patut disyukuri dengan cara menjaga kesehatan kemudian ketika satu penyakit pergi, kita tahu akan ada penyakit lain sehingga tidak euforia, yang kita takutkan apa-apa yang selama ini dibatasi, kemudian terjadi euforia,” ajak Wawalkot Salahudin usai melakukan sidak di Dinas Pendidikan, Senin (2/1/2023).

Salahudin mengingatkan agar antisipasi harus selalu diutamakan, agar situasi pandemi yang semakin trek keladi tetap dipertahankan dan semakin baik, terlebih sejumlah kejadian euforia di keramaian yang terjadi beberapa waktu lalu sempat menyebabkan beberapa masalah.

“Pandemi diambil hikmahnya, tidak terlalu banyak keluar kalau tidak penting, kita prioritaskan hal penting, seperti pendidikan anak juga perlu diperhatiin tidak hanya kewajiban guru tetapi paling utama orang tua harus mendidik anak kemudian hubungan kekeluargaan juga ditingkatkan, kita ambil hikmahnya,” pungkasnya.(sofi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 85 CIMAHI, JAPOS.CO – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin) menggelar acara pembinaan pengelola pasar rakyat pada Jumat (17/5/2024) di Gedung Cimahi Technopark.Advertisementscroll kebawah…