Scroll untuk baca artikel
BeritaBODETABEKDepok

Anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto Blak Blakan Bicara Soal KRIS di Depok

×

Anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto Blak Blakan Bicara Soal KRIS di Depok

Sebarkan artikel ini

Views: 33

DEPOK, JAPOS.CO – Anggota Komisi IX DPR RI Dra. Hj. Wenny Haryanto, SH bicara blak -blakan,dalam mensosialisasikan Program Kelas Rawat Inap Standar ( KRIS ) dan menyampaikam baru beberapa Rumah Sakit ( RS ) yang sudah ditunjuk oleh  pemerintah.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Wenny Haryanto mengatakan Pemerintah telah menjalankan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang telah diterapkan di 5 rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan.

Hal ini dalam rangka menjalankan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

“Kelima rumah sakit yang menjalani perubahan KRIS itu, yakni RSUP Kariadi Semarang, RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon, RSUP Surakarta, dan RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang,” kata Wenny Haryanto saat menghadiri kegiatan sosialisasi Program JKN-KIS di Kawasan Depok, Senin (12/12/2022).

Wenny menyebutkan program KRIS tersebut akan menghapuskan layanan kelas 1, 2, dan 3 dari BPJS Kesehatan menjadi satu. Upaya pemerintah ini dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan agar masyarakat lebih merasa nyaman.

“Jadi semua kelas di Indonesia itu akan seragam menjadi satu dan dilakukan secara bertahap. Ini peningkatan pelayanan kesehatan agar masyarakat bisa merasa lebih nyaman lagi,” ujarnya.

Meskipun baru berlaku di lima rumah sakit, Wenny berharap kedepan di seluruh RS di Indonesia dapat diterapkan program KRIS.

“KRIS ini mudah-mudahan saat diterapkan di seluruh RS di Indonesia. Kami, di komisi IX juga sudah meninjau dan hasilnya bagus,” tegas politisi perempuan dari partai Golkar tersebut.

Kriteria KRIS dititikberatkan pada kondisi sarana dan prasarana non medis yakni ruang rawat inap, seperti kondisi ventilasi, suhu ruangan, kepadatan ruang rawat inap, dan lain sebagainya.

“Di seluruh Indonesia biasanya untuk kelas tiga ada 6 orang menjadi 4 orang. Semua kelas diberikan fasilitas sarana dan prasarana yang sama, seperti Kamar Mandi, AC, TV, dan lainnya. Dan biaya iuran tidak akan berubah,” terangnya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Supervisor BPJS Kesehatan Kota Depok, Laksmi Damayanti beserta jajaran, Kanit Bimas Polsek Pancoran Mas Ade Maksun, beserta para Ketua RT/RW para kader posyandu/posbindu serta tokoh masyarakat.(Joko Warihnyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *