Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Barat

Pemerintah Bantu Perbaikan Rumah Rusak Akibat Gempa di Cianjur

×

Pemerintah Bantu Perbaikan Rumah Rusak Akibat Gempa di Cianjur

Sebarkan artikel ini
Anggota Wantimpres HR Agung Laksono (baju putih tengah) berfoto bersama para pengungsi korban gempa Cianjur, di lokasi Dapur Umum Kosgoro 1957 Peduli KM 9 jalan raya Cipanas - Cianjur, pada Rabu (7/12/2022). (Foto: HMS/A.Ristanto).

Views: 18

CIANJUR, JAPOS.CO – Pemerintah akan membantu perbaiki rumah-rumah yang rusak akibat  gempa di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Setelah tanggap darurat selesai, maka diharapkan sudah terdata semua bangunan yang terdampak bencana untuk dibantu. “Karena pemerintah kita akan bertanggung jawab dan berupaya membantu bangunan rumah-rumah yang rusak akibat gempa, sesuai kondisi yang ada, mulai kerusakan ringan, sedang sampai berat.”

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Hal tersebut dikatakan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) HR Agung Laksono menjawab pertanyaan saat berdialog dengan puluhan pengungsi korban gempa di Dapur Umum Kosgoro 1957 Peduli Gempa Bumi Cianjur, Rabu (7/12/2022) siang.

Dikatakan, sebagian wilayah  Indonesia menjadi daerah rawan bencana. Kondisi ini sudah diantisipasi pemerintah dengan membentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang bertugas memberikan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana, penanganan tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi secara adil dan setara.

“Jadi tentang permintaan kapan rumah yang rusak diperbaiki, tentu pemerintah akan memverifikasi dan mendata terlebih dahulu sesuai kriteria BNPB,” mantan Menko Kesra ini menjelaskan di salah satu titik posko pengungsian ini.

Kunjungan ke Dapur Umum Kosgoro 1957 Peduli Gempa Cianjur yang berlokasi di KM 9 Jalan Raya Cipanas – Cianjur, Jawa Barat dilakukan bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Dave Akbarshah Fikarno didamping Ketua Bidang Hukum, Muslim Jaya Butarbutar. Sedangkan dari unsur pemerintah daerah hadir Wakil Bupati Cianjur, Tb. Maulana.

Kordinator Dapur Umum PPK Kosgoro 1957 Peduli, Tengku M. Nurhafied menjelaskan setiap hari disiapkan dan dimasak 700 pax makanan siap santap. “Bahkan dapur kita juga menjadi tempat memasak para pengungsi yang mendapat bantuan bahan makanan mentah dari luar, seperti mie instan,” katanya didamping Fungsionaris Kosgoro 1957, H. Slamet N Riyadi dan Anna Rudhiantiana Legawati serta Djoko Kuntjahyo yang aktif membantu mengatur distribusi bantuan makanan bagi para pengungsi.

Menurutnya, kegiatan Dapur Umum Kosgoro 1957 direncanakan sampai dengan Tanggap Darurat Bencana selesai. Aksi kemanusiaan ini mendapat dukungan dana dari Pengurus dan Kader serta simpatisan Kosgoro 1957. Sedang dalam tugas pelaksanaan kerja di lapangan, dibantu kader Kosgoro 1957 dan Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro 1957 Kabupaten Cianjur yang dipimpin Bambang Setiadi.

Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Dave Akbarshah Fikarno pada kesempatan itu juga meninjau tenda-tenda tempat para pengungsi, yang dibangun di sekitar lokasi dapur umum. Mereka yang sudah 16 hari tinggal di tempat darurat ini, menyatakan terima kasih kepada Kosgoro 1957 yang membagikan makan gratis untuk santap siang dan malam.

PAMMI Akan Menghibur

Di lokasi yang menjadi salah satu titik pengungsian ini juga hadir H. Khalid Karim ketua bidang Kesra  Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (DPP PAMMI). Bersama sejumlah fungsionaris organisasi kemasyarakatan bidang seni pimpinan Raja Dangdut H. Rhoma Irama ini, tengah melakukan survei untuk rencana pagelaran hiburan bagi para pengungsi. “Kami ingin membantu trauma healing dengan menghibur para pengungsi yang tentu mengalami depresi selama tinggal di tenda pengungsian,” katanya.

Kunjungan kerja Anggota Wantimpres HR Agung Laksono dan Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Dave Fikarno Akbarshah ditutup makan siang bersama, hasil masakan Dapur Umum Kosgoro 1957 Peduli Gempa Cianjur.

Hingga Senin (5/12/2022), gempa magnitudo 5,6 yang mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, tercatat 114.751 jiwa mengungsi di 264 titik posko pengungsian. Selain itu, tercatat sekitar 56.000 rumah rusak, dan 334 orang meninggal dunia.

Saat gempa terjadi bahkan dirasakan hingga wilayah Bandung, DKI Jakarta, Tangerang, Rangkasbitung, dan Lampung.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *