Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINESUMATERASumatera Utara

Proyek Jamban dan RKB Dinas pendidikan Dikerjakan Diduga Tidak Transparan

×

Proyek Jamban dan RKB Dinas pendidikan Dikerjakan Diduga Tidak Transparan

Sebarkan artikel ini

Views: 115

PEMATANGSIANTAR, JAPOS. CO – Pelaksanaan pembangunan jamban dan kamar mandi siswa sekolah dasar negeri (SDN) 122337 Pematangsiantar, Sumatra Utara, yang bersumber dari dana APBD tahun anggaran 2022, dengan masa pelaksanaannya enam puluh 60 hari kalender, dengan pagu anggaran 149.283.000,yang di kerjakan oleh CV Sakti mandiri diduga tidak transparan.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Pembangunan sarana prasaran dan Utilitas sekolah, di akhir tahun 2022 oleh Dinas Pendidikan kota pematangsiantar patut di curigai.

Pertama pembangunan jamban di sekolah dasar negeri (SDN) 122337 yang berlokasi di jalan DI Panjaitan nomor 51 Kelurahan Timbang Galung Pematangsiantar, pembangunannya dengan memakai bahan yang kurang memenuhi standar, proses pengerjaannya juga tergesa gesa, apalagi di kejar oleh waktu yang semakin dekat, diduga juga kualitas bangunannya cepat rusak.

Sedangkan anggaran yang di peruntukan untuk membangun jamban dan kamar mandi, cukup besar, sehingga terlihat tidak sesuai anggaran yang di keluarkan.

Selanjutnya pembangunan satu lokal sekolah, SD Negeri 121243, yang berlokasi di jalan parapat. yang penggunaan anggarannya bersumber dari dana P-APBD tahun anggaran 2022, dan masa kerjanya enam puluh(60) hari kalender, yang di kerjakan oleh CV sakti mandiri, juga terkesan asal jadi, di lihat dari bahan- bahan nya yang menggunakan baja ringan yang kurang memenuhi standar kelayakan, juga atap seng yang tipis di duga kurang bertahan lama.

Salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan pelaksanaan proyek di penghujung tahun memang asal- asalan, dan kurangnya pengawasan dari pihak yang terkait, padahal anggaran cukup besar semestinya di sesuaikanlah anggarannya dengan bahan- bahan yang akan di belanjakan, jangan asal jadi.

“Gimana mau bertahan lama kalau pengerjaannya asal- asal, ngapain lah di jalankan pekerjaan itu kalau hasilnya tidak maksimal, hanya buang- buang anggaran saja, tolonglah kepada yang berwajib, di pantaulah proyek pengerjaannya apalagi anggarannya dari anggaran dana negara,” tutup narasumber. (ZUL)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *