Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Tengah

Lindungi Generasi Muda dari Peredaran Narkoba

×

Lindungi Generasi Muda dari Peredaran Narkoba

Sebarkan artikel ini

Views: 31

KOTA PEKALONGAN, JAPOS.CO – Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid terus mengajak generasi muda turut serta sebagai objek utama yang berkomitmen dalam memberantas peredaran narkoba di tengah pergaulan mereka dengan cara tidak menyentuh bahkan tidak mencoba pemakaian obat-obatan terlarang tersebut meski dalam kondisi apapun. Hal ini disampaikannya saat acara Sarasehan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba- Prekursor Narkotika (P4GN-PN) yang diinisiasi oleh Gerakan Taruna Anti Narkoba (GERTAK) Kota Pekalongan, berlangsung di Rumah Dinas Walikota setempat, Senin malam (14/11/2022)

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

“Generasi muda adalah calon pemimpin dan penerus bangsa. Karenanya jangan sampai pikiran-pikiran generasi muda ini dirusak narkoba. Semua elemen masyarakat harus melawan dan memberantas narkoba yang kini menyasar berbagai kalangan baik itu artis, pelajar, TNI, Polri, pejabat, hingga masyarakat biasa,” ujar Aaf.

Aaf menyebutkan, Kota Pekalongan saat ini masih menjadi salah satu daerah yang darurat peredaran narkoba, dimana masuk dalam 10 besar wilayah yang kasus narkobanya tinggi. Oleh karena itu, peredaran narkoba harus diberantas dari hulunya yakni dari bandarnya. Pihaknya menyadari, pemerintah dan aparat penegak hukum tidak bisa bekerja sendiri untuk menuntaskan peredaran bahaya narkoba ini. Lanjutnya, Aaf menekankan kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada pihak yang berwenang jika menemukan kasus penyalahgunaan narkoba.

“Yang terpenting ada komitmen bersama untuk konsisten memerangi bahaya narkoba. Jangan sampai kita abai atau terlena jika menemukan kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar kita. Jangan takut melapor bila ada kerabat/tetangga/teman yang pengguna narkoba, karena mereka tidak akan diproses hukum dan hanya direhabilitasi secara gratis selama tidak ditemukan barang bukti,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Pekalongan sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan, Makmur Sofyan Mustofa mengapresiasi adanya kegiatan sarasehan P4GN-PN, mengingat peredaran narkoba  sangat berbahaya dampaknya di tengah masyarakat. Pihaknya berharap, generasi muda bisa menjadi kepanjangan tangan dari pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bisa bersama sama mengawasi dan mengamati lingkungan masing-masing.

“Jika ada aktivitas masyarakat terutama anak muda yang tidak wajar dan berpotensi adanya peredaran narkoba untuk bisa dilaporkan ke pihak yang berwenang. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ada dampak positif kepada masyarakat agar peredaran bahaya narkoba ini bisa semakin ditekan,” harapnya.

Kasarnarkoba Polres Pekalongan Kota, AKP Damar Iskandar mengungkapkan bahwa, dengan mengangkat tema “War On Drugs” diharapkan kegiatan sarasehan P4GN-PN ini dapat memberikan motivasi dan kesadaran bagi semua generasi muda pembangun bangsa untuk dapat menjauhi pergaulan bebas terkhusus pemakaian narkoba yang biasanya digunakan untuk menenangkan diri dan melupakan permasalahan hidupnya dalam waktu sesaat.

“Anak muda nggak pakai narkoba itu keren. Apalagi bisa memberikan pencerahan kepada teman sebaya tentang bahaya narkoba, itu lebih keren lagi. Kita edukasi masyarakat dan anak-anak muda tentang bahaya narkoba,” ucap AKP Damar.

Ketua GERTAK Kota Pekalongan, Hendri memaparkan bahwa, kegiatan sarasehan P4GN-PN pada malam hari ini mengambil tema “War On Drugs” yang menyasar generasi muda berusia 17-30 tahun dengan melibatkan para pelajar SMA di Kota Pekalongan agar mereka bisa mengetahui pencegahan peredaran bahaya narkoba. Pihaknya berharap, generasi muda yang hadir ini bisa menjadi fasilitator selanjutnya untuk bisa memberitahukan dan menginformasikan akan bahaya narkoba kepada teman sebayanya, kerabat, tetangga, dan sebagainya.

“Seperti diketahui bersama, Kota Pekalongan masuk dalam jajaran 10 besar daerah darurat narkoba, sehingga kami dari Gerakan Karang Taruna Anti Narkoba (Gertak) Kota Pekalongan yang dimotori para kalangan muda merasa prihatin terhadap hal tersebut. Kita tidak henti-hentinya mengedukasi masyarakat bahwa barang haram tersebut mampu membunuh konsentrasi dan tujuan hidup penggunanya, sehingga mengganggu perkembangan mental, fisik bahkan membuat mereka kehilangan kendali dalam meniti hidup,” tandasnya.(sofi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *