Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Timur

Bupati Apresiasi KWT dalam Menjalankan P2L

×

Bupati Apresiasi KWT dalam Menjalankan P2L

Sebarkan artikel ini

Views: 48

MOJOKERTO, JAPOS.CO – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengapresiasi kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang dilaksanakan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT). Bupati Ikfina mengatakan, dalam memanfaatkan pekarangan dapat memberikan pengaruh yang sangat luas terkait dengan masalah  ketahanan pangan dan inflasi di daerah.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Hal tersebut disampaikan Bupati Ikfina ketika menghadiri kegiatan Pemberdayaan KWT dalam rangka peningkatan pasca panen dan pengolahan hasil yang diinisiasi oleh Dinas Pangan Dan Perikanan Kabupaten Mojokerto Jawa Timur.

Diikuti sedikitnya 250 peserta, pada pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan KWT juga dihadiri Kepala Dispari Kabupaten Mojokerto M. Ridwan, Camat Pacet, Camat Jatirejo, Camat Gondang, Camat Dlanggu, Camat Kutorejo, Camat Puri, Kepala Desa Terusan serta Kepala Desa Mojorejo.

Bupati mengungkapkan mulai bulan Maret tahun 2022, Presiden RI Joko Widodo sudah mengingatkan seluruh kepala daerah se-Indonesia terkait dengan ancaman inflasi. kekhawatiran terkait ancaman inflasi tidak hanya di Indonesia, tetapi secara global.

“Sekarang sudah bukan November tinggal satu bulan lagi tahun 2022 berakhir. Ternyata inflasi khususnya di Kabupaten Mojokerto mengalami inflasi lebih dari 5 persen, itu adalah pada akhir bulan September dan tentunya faktor utamanya adalah kenaikan harga BBM, tetapi alhamdulillah ternyata akhir Oktober Inflasi kita turun menjadi 4 persen, artinya bahwa kita masih dalam kondisi yang bisa dikatakan stabil” papar Bupati diPasar Rakyat Mojo Kembangsore Park.

Bupati menjelaskan, selain kenaikan harga BBM, salah satu faktor adanya inflasi disebabkan oleh harga bahan makanan pokok (volatile foods) yang memiliki potensi fluktuasinya tinggi, seperti cabe rawit

“Jadi cabe rawit merupakan komponen pembentuk angka inflasi yang sangat besar karena pas murah bisa murah sekali kalau lagi mahal bisa lebih mahal dari daging sapi” jelasnya.

Bupati Ikfina juga mencontohkan, di Kabupaten Mojokerto fluktuasi harga cabai sangat tinggi. Ketika 50 persen masyarakat menanam cabe sendiri, tentu ini akan memberikan support yang sangat baik. Sehingga ini akan membantu menurunkan harga cabe ketika harga cabai lagi naik maupun turun.

“Jadi masalah inflasi ini tidak hanya tergantung pada ketersediaan barang secara fresh tetapi juga bagaimana sosial budaya masyarakat dalam memanfaatkan komoditi tersebut di dalam konsumsi sehari-hari,” bebernya.

 

Bupati Ikfina juga mengajak agar masyarakat menjadikan makanan-makanan yang dihasilkan oleh tanah Mojokerto sebagai primadona kembali, seperti makanan olahan dari dari beras, ketan, serta singkong yang dapat menjadi tepung beras, tepung ketan, tepung maizena, dan tepung tapioka. Karena dapat mempertahankan dan meningkatkan ketahanan pangan di wilayah masing-masing serta pada saat ini Indonesia masih mengimpor gandum sebagai bahan utama dari tepung terigu.

“Nah silahkan menjadikan makanan-makanan yang bahan dasar ini asli tumbuh dari tanah kita ini untuk menjadi favorit,” jelasnya.

Bupati Ikfina juga meminta, untuk menjaga stabilitas kondisi wilayah di Kabupaten Mojokerto, dengan mengajak seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dan bekerjasama dalam menyukseskan program P2L

“Saya minta tolong, mohon partisipasi yang sudah kalian jalankan ini dilanjutkan dan dikembangkan serta Pemerintah Desa untuk mendukung dan mensupport,” pintanya.

Kepala Dispari M. Ridwan mengharapkan, diselenggarakannya kegiatan ini bisa menjadi komitmen untuk mendukung terwujudnya alternatif menu pangan yang sehat, seimbang, bergizi, dan aman.

“Serta membuat upaya-upaya positif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya. (Ad/Sep)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *