Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINESUMATERASumatera Barat

Direksi Keet CV Pengayom Paskeh Terkesan Warung Kopi

×

Direksi Keet CV Pengayom Paskeh Terkesan Warung Kopi

Sebarkan artikel ini

Views: 189

AGAM, JAPOS.CO – Dalam dunia proyek sudah tidak asing lagi akan fungsi Direksi Keet atau kantor lapangan proyek bagi Pengguna Penyedia Barang dan Jasa (PPBJ) juga Konsultan termasuk publik. Direksi Keet bagian dari syarat spesifikasi tekhnis disetiap awal pekerjaan dari penggunaan anggaran pemerintah.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Direksi keet itu adalah sebuah bangunan sederhana untuk sentral komunikasi dan adminitrasi pekerjaan kontraktor, konsultan dan pihak terkait lainnya termasuk publik, guna transparansi kontrol sosial dalam mengakses informasi publik yang tertuang dalam UU.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), demikian yang di sampaikan Andar Situmorang SH.MH Direktur GACD (Goverment Agains Corupption And Disrcrimination).

Menurut Andar, begitu juga dikalangan awak media yang tupoksinya tertuang dalam UU.40 tahun 1999 tentang Pers, ditambahkan instruksi Presiden Ir.H.Joko Widodo yang diamanatkan dalam PP. RI No.43 tahun 2018 tentang peran serta masyarakat, serta UU RI No. 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Menurut pantauan Japos,Co Jumat (12/8) di lokasi pengerjaan CV.Pengayom Paskeh di Ke- Nagarian Gadut Agam, ternyata ruang Direksi Keet berukuran kecil dan sempit. Hanya ada meja dan kursi, pajangan Shop Drawing disebagian dinding tanpa Time Schedule, tidak ada buku tamu, maupun buku buku lainnya serta sample material.

Dan tidak ada juga perlengkapan Alat Tulis Kantor (ATK) elektronik seperti laptop/komputer, dan mesin printer, yang semestinya ruangan Direksi Keet itu ada.

Tapi ternyata ruangan sempit itu tidak melengkapi prosedur tentang spesifikasi daro Direksi Keet tersebut.

Dilokasi pengerjaan Japos.Co bertemu dengan Herman selaku peembantu PPTK, Rusdi selaku Konsultan dan Dodi sebagai pelaksana lapangan sari pihak rekanan, Jumat (12/8).

Dipertanyakan Japos.co tentang sebagian perlengkapan admintrasi yang lainnya, Dodi pelaksana lapangan mengatakan dipegang oleh adminitrasi tekhnis, “buku tamu, RAB dan Time Schedule dipegang oleh admin tekhnis dari pihak kontraktor Jacky,” kata Dodi.

Ketika Japos.Co meminta nomor kontak Jacky, Dodi tidak berkenan memberi nomor kontak tersebut, “saya tidak bisa memberikan nomor kontaknya, kecuali nomor kontak perangkat Walinagari (desa), “jawab Dodi. (Denny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 123 BUKITTINGGI, JAPOS.CO – Dana anggota koperasi Saayun Salangkah Kota Bukittinggi senilai Rp 8 Milyaran mengendap dimana?.Advertisementscroll kebawah untuk lihat konten Mirisnya, beberapa anggota Koperasi Saayun Salangkah jangankan untuk…