Kewali Nagarian Pasar Kota Muaralabuh Disorot, 16 Tahun Sampai Saat ini Belum Berkantor

SOLOK SELATAN, JAPOS.CO – Dimulai sejak 18 tahun silam tepatnya 2004, kewalian (Desa) Pasar Kota Muaralabuh terhitung mekar dari tahun 2007 lalu, namun tidak ada memiliki kantor pelayanan milik sendiri, Jumat (27/05).

Pj Wali Zainal R didampingi sekretaris nagari (sekna/sekdes) mengatakan tidak adanya kantor pelayanan dikarenakan kesulitan lahan untuk pembangunan kantor tersebut.

Selain itu, kata Zainal tanah untuk pembangunan yang telah memiliki sertifikat baru diperbolehkan untuk dibangun kantor.

“Itulah sebabnya kantor baru semestinya sudah ada tapi belum terbangun sampai sekarang, ” keluhannya.

Karena hal tersebut banyak masyarakat yang melontarkan kritikan. “Kok se entong itu bana kok lemah pimpinan wali nagari padar Kota Muaralabuh mereka dimulai semenjak pimpinan jabatan Pj diperkiran hampir 5 kali, dua kali pimpinan definitif, namun tidak kunjung bisa membangun kantor sendiri , atau memang tidak mau atau tidak berkeinginan membangun sama sekali,” kata tokoh masyarakat adat dan mantan DPRD yang enggan dituliskan namanya.

Ditempat terpisah Drs Afrimon SPd MPd, seorang tokoh Muhammadyah mengatakan bahwa minta maaf kalau boleh jujur berawal dari pimpinan dalam mengkondisikan pimpinan khusus untuk jabatan Pj, Pj Dipemerintahan Wali Nagari/Kepdes/Kepala Kelurahan itu harus.

“Cerdas Serta Pintar, artinya agar bisa mengadapi Dan menyekesaikan persoalan sosial ditengah tengah masyarakat diwilayahnya sendiri tentu yang mengetahui dan menguasai krakter masyarakat setempat bertugas,” terangnya.

Menurutnya, yang lebih tepat sekali diloksi seberang batang sungai suliti bukit seberang kejorongan ( Rt) terandam atas bawah yang rencana pemda Solsel semakin lebih bagus menunjang dan mengangkat marwah kawasan Destinasi seribu rumah gadang.

“Cara untuk mendapatkan tanah dengan mengupayakan unsur unsur tokoh masyarakat umum lainnya, kalau cocok harga satuan meterannya ya beli saja 25% ditahan dulu uangnya sebelum sertifikat ditangan,” ungkapnya.

“Tentang penggunaan uang pemda dan silfa segala macam bawa musyawarahkan ke Inspektorat, Jaksa setempat , semua tergantung niat kesungguhan si pimpinan kewaliannya, sebelum sertifikat dari harga transaksi sesuai petunjuk, jadi menurut pikiran saya dari dulu buat tim pencari lahan di bukit jolok itu yang memiliki kemampuan berbicara dengan sipemilik tanah ladang tersebut pinggiran sungai pertemuan batang bangko,” lanjutnya.

Senada Sekna Tabrani Kewalian Pulakek menambahkan kalau sudah mau membangun jangan lupa membangun dengan  memaknai Agro Wisata yaitu Atap Bergonjong, sesuai moto kita Destinasi Seribu Rumah Gadang (SRG). (Als)

 370 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.