Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEKepulauan Bangka-BelitungSUMATERA

Syukuran Petani Kelapa Sawit Trans Bali Belitung

×

Syukuran Petani Kelapa Sawit Trans Bali Belitung

Sebarkan artikel ini

Views: 97

BELITUNG, JAPOS.CO – Sejumlah petani kelapa sawit warga Transmigrasi asal Bali dusun Balitung Desa Sijuk Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung Prov Kep Babel mengadakan syukuran atas dibukanya kembali exspor minyak kelapa sawit Crud Palm Oil (CPO) yang berimbas kepada seluruh petani kelapa sawit diindonesia umumnya dan petani kelapa sawit di Belitung merasa gembira .

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Syukuran tersebut merupakan wujud dari para petani yang tandan buah segar ( TBS ) buahnya bisa dikirim ke pabrik kelapa sawit (PKS).

Sebelumya mereka mengeluh di karenakan Pemerintah melarang ekspor CPO, sehingga para petani mengalami kendala dan merugi sulitnya memasarkan buahnya tidak bias dujual diolah di pabrik.

Acara syukuran berlangsung sederhana dan meriah dipimpin Ketua Suku Adat Bali I Gede menegaskan di pengolahan pabrik terjadi antrian panjang karena pabrik tersebut mengutamakan buah dari perusahaan besar suasta (PBS) yang memiliki ribuan hektar kebun kelapa sawit, sehingga terjadi musibah kepada para petani merugi akibat harga jual kelapa sawit murah, yang akhirnya buah membusuk tidak di angkut ke pabrik .

Sekarang ini para petani kelapa sawit bisa membawa buahnya ke pabrik melalui koprasi dibantu DPD APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Belitung
DPD APKASINDO bersinergi dengan para petani kelapa sawit di dukung Ketua Adat suku Bali I Gede, membantu supaya buah para petani bisa dikirim ke pabrik.

“Pengurus petani sawit dan jajarannya mendukung atas kerjasamanya supaya petani tidak mengeluh dan memberikan semangat,” tandas Riko.

Bahkan PKS akan memberikan bantuan membangun pabrik pengolahan kelapa sawit petani tanpa ada kebun di Kecamatan Badau.

Diketuai Riko bertujuan menampung hasil panen buah kelapa sawit dari petani.

“Supaya para petani kelapa sawit Belitung tidak terlalu lama mengantri ke pabrik pengolahan Kelapa sawit karena pabrik tersebut khusus menerima buah dari para petani, suatu gagasan untuk mempermudah petani mengirim buahnya ke pabrik supaya tidak mengalami kebusukan karena tidak terangkut ke pabrik, Inilah fungsi pabrik tanpa kebun yang hanya digunakan oleh para petani,” ujar Riko.

Ketua koperasi yang bernaung pada APKASINDO, Rustam antusias dan optimis untuk memotivasi petani kelapa sawit memberikan pencerahan membantu para petani.(Yustami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *