Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINESUMATERASumatera Barat

Harga TBS Anjlok Bupati Sidak ke Pabrik Kelapa Sawit

×

Harga TBS Anjlok Bupati Sidak ke Pabrik Kelapa Sawit

Sebarkan artikel ini

Views: 92

DHARMASRAYA, JAPOS.CO – Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit anjlok, para petani mengeluh.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam hal tersebut, selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan tanggap atas keluhan warga petani sawit dan melakukan sidak ke berapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Sidak tersebut didampingi Kapolres Dharmasraya AKBP Nurhadiansyah dan beberapa OPD seperti Kepala Dinas Pertanian Darisman dan Kepala Dinas PMPTSP Nalsi, Selasa (17/05).

“Kunjungan tersebut, dalam rangka menindaklanjuti keluhan petani, terhadap anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa Sawit, baru baru ini,” terangnya.

Selain itu, bahwasanya pihak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menolak untuk tidak membeli Tandan Buah Segar (TBS) petani, sehingga banyak RAM yang tutup.

Dengan kejadian seperti itu membuat masyarakat kocar kacir dalam sektor perekonomian semakin memburuk. Disisi lain perkebunan sawit adalah sebagian besar menjadi sektor utama sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Kepada pihak PKS, saya tegaskan untuk selalu menampung TBS masyarakat, dengan prioritas utama. Jangan pernah mengeluarkan isu, untuk tidak menerima sawit petani,” tegasnya.

“Selain menjalankan usaha sektor perkebunan, pihak PKS juga memiliki kewajiban untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Perusahaan tidak semata memikirkan keuntungan pribadi. Akan tetapi juga harus memiliki dampak positif terhadap kemakmuran rakyat,” lanjutnya.

“Apabila pihak PKS, menolak untuk membeli TBS masyarakat, tentunya pemerintah tidak akan sungkan mencabut izin usaha pengelolaan hasil perkebunan perusahaan tersebut, ” ujarnya.

Menurut Buapti, kedepan akan selalu dipantau secara berkala pengindahan himbauan kepala daerah oleh pihak PKS. Apabila terja
penolakan pembelian buah sawit masyarakat. Maka, akan dilakukan evaluasi langsung terhadap izin usaha perusahaan  bersangkutan.

Sutan Riska juga menghimbau pihak PKS, agar tidak semena-nena dalam menentukan secara sepihak harga TBS. Namun harus melalui tim. Perumus harga, sesuai dengan harga CPO dunia.

Begitu juga para perwakilan dari PKS Dharmasraya Lestarindo ( DL) serta PKS PT DSL, berjanji akan selalu membeli TBS  petani sawit Dharmasraya, dan belum terpikir sedikitpun untuk menutup pembelian TBS petani.

“Hingga sekarang, belum pernah melakukan penutupan penerimaan TBS milik petani. Semuanya tetap kita tampung, sesuai kemampuan kapasitas mesin pengolahan pabrik, ” terang Manager PT DSL Juanan didampingi KTU dan Humas Wahyu Sinaga.

“Untuk saat ini, pabrik membeli TBS senilai Rp2.035/kg. Tentunya, dengan kualitas sesuai kriteria dibutuhkan pabrik kami. Adapun TBS petani Dharmasraya, tetap akan dijadikan sebagai prioritas utama dalam penerimaannya,” pungkas Wahyu Sinaga waktu itu.(Basrul Chaniago) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *