Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Barat

Antisipasi PMK Merebak Disnakan Ciamis Menutup Pasar Hewan

×

Antisipasi PMK Merebak Disnakan Ciamis Menutup Pasar Hewan

Sebarkan artikel ini

Views: 81

CIAMIS, JAPOS.CO – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Ciamis menutup tujuh pasar hewan di seluruh wilayahnya pada Sabtu (14/5). Tujuannya untuk mencegah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. Penutupan sementara pasar hewan tertuang dalam surat nomot 2037/PT.04.02/KESWAN tanggal 7 Mei 2022. “Mulai hari ini kami tutup sementara 7 pasar hewan. Beberapa pasar hewan di daerah tetangga pun sudah dilakukan penutupan oleh pemerintah daerah masing-masing,’” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis, H. Syarief Nurhidayat.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Meski sudah mulai dilakukan penutupan, Pasar Hewan Banjarsari masih beraktivitas. Mengingat penutupan ini dilakukan secara mendesak, para peternak dan penjual baru mengetahuinya saat berada di lokasi pasar. Disnakan Ciamis memberikan toleransi untuk Sabtu ini. “Kami beri toleransi untuk Pasar Banjarsari hari ini saja. Mengingat mereka sudah berdatangan sejak semalam,” ujar H. Syarief.

Tujuh pasar hewan di Kabupaten Ciamis yang ditutup yaitu Pasar Ternak Rancah, Pasar Ternak Cigembor, Pasar Ternak Pamarican, Pasar Ternak Cintaratu Lakbok, Pasar Ternak Panawangan, Pasar Ternak Cibadak Banjarsari dan Pasar Ternak Rajadesa.

“Penutupan ini kami lakukan untuk mencegah penyebaran wabah PMK,” tegas H. Syarief.

Selain penutupan tersebut, Disnakan Ciamis telah memberikan sosialisasi kepada pedagang dan peternak mengenai wabah PMK. Tujuannya agar mereka dapat mengerti dengan kondisi tersebut. “Mereka mengerti dengan adanya penutupan ini. Waktunya sampai yang tidak ditentukan,” ujarnya.

Tim Monitoring Disnakan Ciamis pun terus turun ke lapangan untuk mengecek setiap peternak dan bandar. Mengingat bandar lebih banyak mendatangkan hewan dari luar daerah. “Biosekuriti secara ketat pun perlu dilakukan dan isolasi ternak yang sakit. Juga kami himbau sementara untuk tidak membeli ternak dari wilayah yang terkena wabah,” tutur H. Syarief.

Meski demikian, Kadisnakan Ciamis meminta masyarakat untuk tidak panik. Mengingat penyakit ini tidak menular kepada manusia atau bukan termasuk dalam zoonosis. Melainkan hanya menular kepada sesama hewan.

Dari pantauan tim Jaya Pos, memang sejak Jumat siang, pengiriman ratusan kambing dan domba tiba di pasar hewan Banjarsari yang merupakan pasar hewan terbesar di Priangan Timur yang meliputi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran.

Saeful Amin pedagang kambing asal Pangandaran baru saja tiba dan merasa kecewa bila pasar hewan Banjarsari ditutup sementara. “Saya pasti rugi karena sudah mengeluarkan biaya angkut dan pengiriman, seharusnya ada sosialisasi dulu sebelum ditutup,” ujar Saeful Amin kepada para awak media, Sabtu (15/5).

Saeful Amin mengaku, seluruh kambing yang dikirimnya ke pasar hewan Banjarsari dalam kondisi sehat. Saeful berharap pasar hewan tidak ditutup sebelum sosialisasi dilakukan terhadap seluruh pedagang hewan ternak. “Pendapatan peternak dari hasil menjual di pasar hewan pak, jadi tolonglah jangan ditutup dulu,” pinta Saeful. (Mamay)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *