Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEKALIMANTANKalimantan Tengah

Proyek Jalan di Katingan Senilai Rp 6 Milyar Lebih, Hanya Dikerjakan 21 Persen

×

Proyek Jalan di Katingan Senilai Rp 6 Milyar Lebih, Hanya Dikerjakan 21 Persen

Sebarkan artikel ini

Views: 93

PALANGKARAYA, JAPOS.CO – Rehabilitasi dan Pemeliharaan Berkala Jalan DI Panjaitan, di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, yang dikerjakan oleh PT Bintang Mas Pertiwi dengan nilai kontrak Rp 6 Milyar lebih, bersumber dari  dana APBD Kabupaten Katingan Tahun anggaran 2021.  Ternyata hanya dapat dikerjakan, dengan kemajuan pekerjaan terakhir sekitar 21 persen.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan, (DPUPRHUB) Kabupaten Katingan, Dr Ir Christian Rain, MT melalui Kepala Bidang Bina Marga, Eka Agustina, ST MT. Lewat surat nomor : 620/261/DPUPRHUB-BM/II/2022, tanggal  15 Fenruari 2022, perihal :Tanggapan Surat Konfirmasi Paket  Pekerjaan, Rehabilitasi/Pemeliharaan berkala Jalan DI Panjaitan Belum Selesai, yang ditujukan kepada Jaya Pos.

“Bersama ini kami sampaikan, behwa pekerjaan rehabilitasi/pemeliharaan berkala Jalan DI Panjaitan memang tidak dapat diselesaikan dan dihentikan secara permanen sebagai akibat keadaan kahar (banjir) yang menggenangi lokasi pekerjaan selama berbulan-bulan, dan beberapa material yang ada dilapangan tidak dibayar, berdasarkan hitungan Bersama dengan Inspektorat Kabupaten Katingan, progress terakhir pekerjaan ini adalah 21,812 %,” jelas  Eka  Agustina, dalam suratnya.

Penjelasan Eka Agustina  tersebut merupakan tanggapan atas surat JAPOS.CO nomor: 006/HJP-KT/II/2022, tanggal 14 Ferbruari 2022, Perihal: Konfirmasi Paket Pekerjaan, Rehabilitasi/Pemeliharaan Berkala Jalan D.I. Panjaitan Belum Selesai,  yang dilayangkan  kepada Kepada Kepada Dinas PUPRHUB Kabupaten Katingan, baru-baru ini.

Karena berdasarkan hasil pantauan  yang dilakukan oleh tim Japos.co dilapangan, bahwa pekerjaan Rehabilitasi/Pemeliharaan Berkala Jalan DI Panjaitan, tersebut belum selesai 100 persen. Sebab dilokasi banyak  tumpukan material tanah timbunan, yang ditinggal tidak diratakan.

Bahkan di lokasi tersebut, juga terdapat tumpukan material batu belah, jaring beronjong dan cerucuk kayu galam  yang belum digunakan, jika dilihat dari rencana panjang jalan tersebut yang akan tangani, diperkirakan pekerjaan yang sudah terlaksana hanya sekitar 10 persen. (Mandau)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *