Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Timur

Karyawan RSUD Trenggalek di Himbau Untuk Mampu Jadi Agen Kesehatan Masyarakat

×

Karyawan RSUD Trenggalek di Himbau Untuk Mampu Jadi Agen Kesehatan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Views: 35

TRENGGALEK, JAPOS.CO – Memimpin langsung kegiatan penanaman Pohon dalam rangka mendukung pengembangan Desa Wisata Kerjo, Kecamatan Karangan, Pejabat (Pj) Sekda Trenggalek, Andriyanto meminta karyawan RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk menjadi sebagai agen peningkatan kesehatan masyarakat  di daerahnya.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Harapan pejabat sekda ini bukannya tanpa alasan, Pasalnya, karyawan RSUD plat merah di Trenggalek ini mayoritas adalah tenaga kesehatan dan tenaga medis. Sehingga sudah selayaknya bisa memberikan kontribusi lebih kepada masyarakat selain tugas dan tanggung jawabnya di rumah sakit.

Seperti diminta bisa berbagi cerita kepada masyarakat mengenai Omicron sehingga tidak timbul kepanikan ditengah masyarakat. “Nakes harus bisa menjadi agen pemerintah, bahwannya Varian Omicron ini tidak seberbahaya varian Delta. Terus juga penyadaran kepada masyarakat bawanya kematian akibat Covid 19 faktor utamanya diakibatkan komorbit dan belum vaksin. Maka perlunya menyadarkan masyarakat mengenenai pentingnya akan vaksin. Terbukti kematian Covid 19 bagi orang yang belum vaksin angkanya mendominasi,” tegas Andriyanto, Jum’at (18/2).

Kebetulan di RSUD Trenggalek ada banyak sekali tenaga kesehatan dan tenaga medis, lanjut dia. “Kita harapkan bisa menjadi agen peningkatan kesehatan di Kabupaten Trenggalek. Tadi saya memberikan gagasan dan mudah-mudahan nanti RSUD dr Soedomo bisa segera merespon,” sambung Pj. Sekda.

Bisa jadi Desa Kerjo menjadi pusat penanganan beberapa hal, misalnya pemulihan pecandu narkoba atau yang lainnya. Atau membuat semacam shelter-shelter sederhana.  Karena di sini hawanya cukup luar biasa dan kondusif, karena kita paham banyak juga orang dengan gangguan jiwa. Dengan sentuhan tenaga kesehatan yang profesional yang kompetensinya juga ke sana, itu nanti bisa menjadi pusat penyembuhan.

Menyampaikan beberapa hal diantaranya terkait dengan angka orang dengan gangguan kejiwaan terus juga penyandang disabilitas saat musrena atau sepeda keren dianggap butuh ada pengkajian mendalam penyebabnya. Pejabat Sekda yang juga merupakan salah satu staf ahli Gubernur Jatim ini berharap, jangan sampai menjadi sebuah fenomena gunung es, sebab kalau dibiarkan bisa menjadikan penurunan kualitas SDM.

“Saya melihat di kecamatan belum ada selter pemulihan para pecandu narkoba. Ada terapis di sektor kesehatan di RSUD. Ini mungkin bisa di push membantu pemulihan bagi para pecandu narkoba di Trenggalek.  Saya harapkan bisa muncul inovasi-inovasi di bidang kesehatan nantinya,” tandas penjabat sekda itu. (HWi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *