Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINESUMATERASumatera Barat

Berapa Uang Dharma Wanita Terkumpul, Kadis Kesehatan Padangpariaman Tidak Tahu

×

Berapa Uang Dharma Wanita Terkumpul, Kadis Kesehatan Padangpariaman Tidak Tahu

Sebarkan artikel ini

Views: 60

PADANGPARIAMAN,JAPOS.CO – Adanya pemotongan gaji sebanyak Rp 10.000/ bulan bagi setiap pegawai di ruang lingkup dinas Kesehatan Padangpariaman, dibenarkan oleh Yutriardi Rivai.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Yutriadi pemotongan uang sebesar Rp 10.000/ bulan itu adalah untuk kegiatan Dharma Wanita daerah .

Ketika ditanya berapa jumlah uang yang terkumpul, ” saya tidak tahu berapa jumlah uang itu, tapi uang itu ada. Dan kegunaannya juga jelas buat beli baju batik untuk setiap pegawai,” ujarnya.

Yutriadi Rivai juga mengatakan soal pengumpulan dana Dharma Wanita kami tidak memiliki struktur, yang jelas ada Bendahara yang memegang uang tersebut.

“Jumlah pegawai di dinas kesehatan kabupaten Padangpariaman ini sekitar 900 san lah, dan semuanya kena pemotongan uang Dharma Wanita sebesar Rp 10.000/ bulannya,” terangnya.

Sebelumnya pada tanggal (24/1/2022) lalu, japos.co melayangkan komfirmasi tertulis ke Dinas Kesehatan Padangpariaman terkait pengunaan dan kegunaan dana Dharma Wanita yang dikumpulkan tersebut. Tapi ketika ditanya jawaban konfirmasi tertulis tersebut, Yutriadi mengatakan, ” saya tidak mau menjawab pertanyaan bapak itu, karena rekan PWI melarang saya untuk menjawab konfirmasi tertulis bapak tersebut.”

Terpisah ketua PWI Kabupaten Padangpariaman Iklas Bakri yang dihubungi lewat selularnya terkait jawaban Kadis Kesehatan tersebut mengatakan,” Kadis keliru menyebutkan hal tersebut, karena ranahnya berbeda, PWI tidak bisa intervensi soal komfirmasi kawan kawan wartawan kepada siapapun. Dan yang di sampaikan Kadis itu tidak logis dan sangat keliru,” ujar Iklas Bakri (15/2/2022).

Direktur GACD (Goverment Against Corruption And Discrimination ) Andar Situmorang SH terkait tidak transparannya uang Dharma Wanita di Dinas Kesehatan Padangpariaman mengatakan Kadis Kesehatan nampaknya tidak mengerti akan tugas dan fungsi dia, kenapa dia berani mengatas namakan wartawan untuk menutupi kebodohan dia dalam mengelola suatu anggaran.

“Dia kan Kepala Dinas yang diberi kepercayaan oleh Bupati untuk memimpin di Dinas Kesehatan, tapi kenapa dia tidak berani mengambil keputusan dalam meghadapi wartawan, bukannya mengadu domba sesama wartawan, kalau tak mau jawab komfirmasi sudah, tapi jangan menjual jual nama wartawan lain lah,” tegas Andar Situmorang SH, Direktur LSM GACD yang cukup di segani di Indonesia. (HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *