Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Timur

Bupati Mojokerto Resmikan Dua Sekolah Negeri Menengah Tingkat Pertama

×

Bupati Mojokerto Resmikan Dua Sekolah Negeri Menengah Tingkat Pertama

Sebarkan artikel ini

Views: 54

MOJOKERTO, JAPOS.CO – Guna mendorong pemerataan pendidikan di Kabupaten Mojokerto, Bupati Ikfina Fahmawati secara simbolis meresmikan dua unit Sekolah Negeri tingkat pertama atau yang lebih dikenal dengan sebutan SMP, dua sekolah tingkat pertama tersebut yakni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kemlagi yang berada diwilayah Kecamatan Kemelagi dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Puri yang berada diwilayah Kecamatan Puri dan masing – masing berada di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Bupati yang didampingi oleh forum komunikasi pimpinan daerah (FORKOPIMDA) dan Muspika dari wilayah Kecamatan Kemelagi dan Puri serta seluruh Kepala Sekolah se-Kabupaten Mojokerto dan juga Dewan Pendidikan Kabupaten Mojokerto.

Dalam sambutannya, Ikfina menyampaikan pembangunan gedung baru ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk pemerataan pendidikan bagi sekolah tingkat menengah pertama yang ada di Kabupaten Mojokerto.”Alhamdulilah dengan adanya gedung sekolahan SMP yang baru ini kami harapkan menjadi pemerataan pendidikan diwilayah Kabupaten Mojokerto,” paparnya.

Lebih lanjut Ikfina menjelaskan, dengan adanya peraturan zonasi, mungkin masih ada beberapa daerah yang kekurangan gedung sekolah, khususnya di daerah Kemlagi dan Puri dimana hanya terdapat satu sekolah menengah pertama, sehingga dengan adanya gedung sekolah yang baru ini diharapkan juga dapat mengakomodir kebutuhan lulusan sekolah dasar di daerah Kemlagi dan Puri.

“Dengan adanya peraturan zonasi saat ini, tentu adanya pembangunan gedung baru ini juga diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan pendidikan sekolah menengah bagi anak – anak lulusan SD khususnya di daerah Kemlagi dan Puri, pembangunan sekolah yang saat ini diresmikan menggunakan anggaran dari APBD di tahun sebelumnya, dengan anggaran yang terpakai sebesar 3,9 miliyar rupiah,” terangnya.

Ikfina juga berpesan kepada seluruh guru dan kepala sekolah terkait tantangan kedepan dalam dunia pendidikan. Ikfina menjelaskan, saat ini semua pendidikan dihadapkan pada masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif guru dan kepala sekolah untuk menengakkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah

“Tantangan pendidikan kita saat ini dihadapkan dengan adanya pandemi Covid-19 tentu dalam pelaksanaan nya membutuhkan keterlibatan aktif guru dan kepala sekolah untuk terus menegakkan prokes yang ketat agar tidak terjadi kasus aktif di lingkungan sekolah,” tandasnya.

Dengan diresmikannya dua sekolah ini kini Kabupaten Mojokerto mempunyai 41 fasilitas pendidikan negeri di jenjang Sekolah Menengah Pertama, oleh karena itu seluruh elemen diminta untuk terus bersemangat serta kokoh berkontribusi mencerdaskan generasi bangsa walaupun di situasi pandemi Covid-19, tak hanya itu, pihaknya meminta kedepan untuk memaksimalkan pemanfaatan gedung serta pemeliharaannya untuk dapat memberikan sumbangsih bagi proses pendidikan.

“Selain pengembangan, kedepan juga harus memaksimalkan pemanfaatan gedung dan pemeliharaan agar bisa berkontribusi dan memberikan sumbangsih bagi proses pendidikan untuk mencerdaskan generasi bangsa. Mudah mudahan dengan itu dapat memberi semangat yang baru tidak hanya anak anak, juga para guru-gurunya,” tegasnya. (Ad)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *