Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Tengah

Tinjau Lokasi Banjir, Mensos RI Meminta Penyempitan Sungai Pemkab Pekalongan Untuk Lakukan Pengerukan

×

Tinjau Lokasi Banjir, Mensos RI Meminta Penyempitan Sungai Pemkab Pekalongan Untuk Lakukan Pengerukan

Sebarkan artikel ini
Mensos RI Tinjau Lokasi Banjir

Views: 38

KAJEN, JAPOS.CO – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di kabupaten Pekalongan minggu lalu membuat perhatian Menteri Sosial RI Tri Rismaharini meninjau beberapa lokasi yang sempat terendam banjir.Yaitu lokasi banjir di Dukuh Kranji Kelurahan Kedungwuni Timur kabupaten Pekalongan, Selasa(25/1/2022).

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Tinjauan Mensos tersebut di dampingi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq,Kapolres Pekalongan AKBP  Arief Fajar Satria,Dandim Pekalongan Letkol CZI H. Lumban Toruan, dan Kejari Kab. Pekalongan Abun Hasbulloh Syambas serta para rombongan dari Propinsi Jawa Tengah.

“Saya datang karena ada laporan soal longsor, saya tidak ingin antisipasi kita tidak tepat. Saya khawatir akan ada korban jiwa. Saya kalau longsor biasanya saya langsung datang. Tapi ini tadi saya dibawa ke yang banjir, bukan yang longsor,” kata Risma, usai melakukan pengecekan banjir bandang akibat luapan sungai Sengkarang di Dukuh Kranji tersebut.

Disela tinjauan nnya Mensos  melihat sejumlah rumah yang rusak akibat bencana yang menerjang beberapa waktu yang lalu, kemudian meninjau langsung kondisi sungai di Bendungan Kletak yang alurnya membelok.

“Tapi sudah saya coba analisa, saya kebetulan mantan walikota dan insinyur juga meskipun arsitek.Jadi saya tahu bagaimana apa namanya, kira-kira bisa diselesaikan untuk sementara. Karena sekali lagi dampak global warming ini cukup besar sekali. Yang dulu daerah nggak banjir sekarang banjir,” ungkapnya.

Mensos Tri Rismaharini  menilai banjir bandang yang terjadi di wilayah Dukuh Kranji tersebut diakibatkan karena adanya pengecilan sungai akibat endapan. Pihaknya menyarankan pemkab untuk melakukan pengerukan sungai.

“Jangan menunggu dinas pekerjaan umum dari pusat. Sebab dinas ini menangani di seluruh Indonesia sehingga tak bisa satu persatu memperhatikannya. Waktu menjadi Wali Kota Surabaya, kalau cuma seperti ini dilakukan sendiri karena banjir terjadi lantaran limpasan akibat sungai yang mengecil dan sarannya sungainya bisa diperlebar,” jelasnya.(Sofi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *