Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Barat

Kepala Daerah Dihimbau Perketat Vaksinasi Primer dan Booster

×

Kepala Daerah Dihimbau Perketat Vaksinasi Primer dan Booster

Sebarkan artikel ini

Views: 86

CIAMIS, JAPOS.CO – Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya didampingi Sekretaris Daerah H. Tatang mengikuti rapat koordinasi antisipasi dan persiapan menghadapi penyebaran Omicron Secara virtual di ruang Vidcon Pendopo, Selasa malam (11/01).

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Rakor dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan yang juga koordinator pelaksana kebijakan PPKM. Dalam arahanya, Luhut menyampaikan selama seminggu terakhir terdapat peningkatan kasus omicron yang signifikan di seluruh dunia. “Sampai dengan 11 Januari 2022 terdapat total 506 kasus omicron di Indonesia, dengan 97% berasal dari pelaku perjalanan luar negri, ” ucap Luhut.

Ia menerangkan untuk kasus Omicron sendiri mayoritas terjadi di Provinsi DKI Jakarta. Menko berpesan agar para Kepala Daerah dapat memperketat protokol kesehatan dan penggunaan Peduli Lindungi. “Jalin komunikasi ke warga, sikap waspada, hati-hati, siaga namun tidak panik,” ujarnya.

Selain itu Luhut menghimbau agar kepala daerah dapat mempercepat vaksinasi primer dan booster untuk lansia dan vaksinasi primer untuk remaja dan anak-anak. “Omicron ini adalah musuh bersama, kalau kita bekerja kompak mestinya serangan omicron ini bisa kita minimalisir, kita jangan saling menyalahkan tapi harus saling menguatkan,” tegas Luhut.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Budi Karya mengatakan peningkatan kasus Covid 19 di Indonesia terjadi seiring dengan peningkatan kedatangan internasional dan tidak terlalu terpengaruh mobilitas domestik. “Kasus Covid 19 mengalami kenaikan di masa pasca Nataru yang terjadi seiring dengan kenaikan internasional, ” ucapnya.

Disampaikannya, kenaikan kasus tersebut terjadi terlepas dari penurunan mobilitas domestik. “Kedatangan Internasional sejak awal masa pasca nataru lebih tinggi, dibandingkan masa nataru namun masih lebih rendah dibandingkan masa pra nataru. Berdasarkan hasil evaluasi yang terjadi di lapangan, penggunaan peduli lindungi terutama di entry point internasional perlu dioptimalkan, ” pungkasnya. (Mamay)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *