Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINESUMATERASumatera Barat

DPRD Sidang Istimewa Hari Jadi Kota Bukittinggi ke-237

×

DPRD Sidang Istimewa Hari Jadi Kota Bukittinggi ke-237

Sebarkan artikel ini

Views: 53

BUKITTINGGI, JAPOS.CO – Rapat Paripurna DPRD dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota ( HJK) Bukittinggi ke 237, di Balai Sidang Bung Hatta , Rabu (22/12) dibuka Ketua DPRD kota Bukittinggi Beny Yusrial SE.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Wakil unsur pimpinan DT, Rusdy, Nur Hasra serta anggota DPRD yang berjumlah 24 orang, hadir menyaksikan acara yang digelar setiap tahunnya, tepat peringatan HJK Bukittinggi.

Walikota Bukittinggi H.Erman Safar, SH, Wakil Walikota Bukittinggi H.Marfendi, Ketua TP PKK, Ketua GOW Kota Bukittinggi, Ninik Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang,  mantan Walikota Bukittinggi Jufri beserta ibu, Sekdako Martias Wanto, seluruh RT, RW se-kota Bukittinggi, serta undangan tokoh masyarakat,  puluhan wartawan.

Ketua DPRD kota Bukittinggi Beny Yusrial selaku pimpinan sidang Paripurna istimewa menyampaikan peringatan HJK kota Bukittinggi, momen peringatan hari yang bersejarah dengan usia nya yang sudah tua dan matang  perlu dimaknai dengan melakukan koreksi introspeksi dan evaluasi.

“Kita perbaiki tata kehidupan melalui evaluasi dari ikhtiar, usaha telah kita lakukan, kemudian kita bingkai catatan perjalanan hari  ke depan dengan kerangka kerja yang produktif, ” ucap Beny dengan lirihan kalimat yang menyerukan dihadapan hadirin.

“Bekerja dan berkarya  dengan upaya maksimal  telah dilakukan Pemerintah Kota Bukittinggi. Pembangunan tidak pernah bisa dilaksanakan tanpa adanya sebuah Pemerintahan yang kuat  antara Pemerintah  dan DPRD kota Bukittinggi serta dukungan dari segenap lapisan masyarakat dalam satu tahun  baik tingkat Provinsi maupun Nasional,” urai ketua DPRD dua periode.

Meski telah banyak prestasi dan hasil kerja nyata yang telah dilakukan, namun tidak boleh terlena atas prestasi yang diraih. Masih membentang tantangan, bagaimana menata kembali pembangunan kota, terutama sekali dalam upaya meningkatkan pasar dan perdagangan.

“Tantangan masih banyak didepan, sehingga kembali memiliki daya saing di era digitalisasi yang canggih, dimana informasi dapat diterima dalam hitungan detik , dan usaha tersebut dapat menembus perdagangan global”, jelas Beny mengamati perkembangan globalisasi.

Pemerintah daerah merasa perlu terus menyiapkan diri, sumber daya manusia, manajemen yang baik serta permodalan merupakan solusi tepat untuk penataan kota.

“Buah pikiran serta inovasi baru yang perlu dikembangkan pada tahun berikutnya, sehingga apa yang kita harapkan bersama, dalam mewujudkan masyarakat Bukittinggi yang lebih sejahtera, damai  dapat tercapai. Apa yang kita lihat hari ini, sesungguhnya merupakan  sebuah masa lalu, dan masa depan yang akan diraih, sesungguhnya adalah refleksi masa kini, ” tutur Beny.

“Bukittinggi merupakan kota yang istimewa, Kota perjuangan dan pernah mencatat sebagai ibu kota RI setelah Yokyakarta, Ibu Pemerintahan Darurat, Ibu Kota Provinsi Sumatera, Sumatera Tengah, banyak sejarah dan catatan yang ditorehkan di Kota Bukittinggi yang sudah berusia 237 tahun”, jelas Beny.

Prestasi yang menjadi catatan Kota Bukittinggi, menyandang penghargaan wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2020 selama lima tahun berturut-turut ( 2016-2020).

Prestasi lain yang diperoleh Bukittinggi diantaranya, bidang Pariwisata  juara 2 tingkat Provinsi penerapan CHSE ( Cleanliness, Heathy, Safety and Rnviro mental Sustaibability) pada kawasan daerah tujuan wisata unggulan.

“Bidang lingkungan hidup, pemerintah Kota menerima penghargaan Nirwasita Tanra, keberhasilan kepala daerah merumuskan dan menerapkan kebijakan pembangunan berkelanjutan serta memperbaiki kualitas lingkungan hidup, yang diberikan oleh pemerintah pusat,” tambah Beny mengurai secara detail.

Tokoh Ninik Mamak Kurai yang sengaja hadir dengan ciri khas pakaiannya dengan mengenakan baju Datuak dengan Saluak di kepala, Gusrizal Datuak Salubuak Basa turu menyampaikan sambutan. Bahwa pemerintah Kota Bukittingi menghadapi masa sulit dalam hal pengembangan keuangannya daerah, dimana terjadi penurunan pendapatan dengan terjadi nya Pandemi Covid -19, baik yang bersumber dari dana transfer maupun pendapatan asli daerah.

“Kami percaya dengan keterbatasan yang ada tidak menjadi halangan bagi  Eksekutif dan Legislatif  untuk membangun Kota jadikan kekurangan  sebagai kekuatan,” pesan  Gusrizal Datuak Salubuak Basa.

Gusrizal menambahkan, “kita melihat fenomena  sebagai sebuah ujian semoga kita dapat mengambil sisi positifnya”.

Para pemimpin Kota Bukittinggi DPRD yang bergandengan tangan dengan Pemerintah  beserta jajaran mampu untuk melewati masa sulit.

“Disinilah seorang pemimpin  diuji kemampuannya agar dapat seayun selangkah bersama masyarakat membangun kota”, tutur Ninik Mamak Kurai.

Kota Bukittinggi merupakan Kurai Lima Jorong yang ada di dalamnya  terdapat masyarakat hukum adat yang terkenal dengan adat Kurainya.

“Jadi apabila kita bicara Bukittinggi, maka kita bicara tentang Kurai, Bukittinggi adalah Kurai, Kurai adalah Bukittinggi,” ungkap Gusrizal.

Ditambahkan Gusrizal, berkenaan dengan hal tersebut, kami yakin dalam keadaan sulit seperti ini bila DPRD dan Walikota   dapat bersinergi dengan kaum adat.

“InshaAllah Pemerintah akan dapat mengurai persoalan kota dengan baik,” harapnya.

Walikota Bukittinggi H Erman Safar dalam sambutannya mengatakan walaupun kasus terkonfirmasi positif di Kota Bukittinggi sudah melandai, namun bukan berarti pandemi sudah dapat di atasi.

“Kita masih harus tetap waspada dan berhati-hati serta terus berjuang agar penularan Covid – 19 dapat kita putus mata rantainya sehingga kota  ini dapat terbebas dari virus yang sangat membahayakan. Maka peringatan Hari Jadi Kota tahun ini masih kita laksanakan secara sederhana, termasuk pembatasan pelaksanaan lomba dan pembatasan kegiatan  dalam memeriahkan Hari Jadi Kota. Demikian juga tamu yang hadir Rapat Paripurna  masih kita batasi sebagaimana tahun sebelumnya,” jelas Erman.

“Mudah-mudahan  tidak mengurangi khidmat nya jalan peringatan HJK yang sangat bersejarah bagi kota yang kita cintai,” ujar Wako Erman.

Pandemi covid-19 berdampak sangat luar biasa tidak hanya dari aspek kesehatan masyarakat kota tapi juga pada aspek ekonomi, bahkan juga berdampak terhadap pendapatan daerah.

Dari aspek ekonomi, banyak masyarakat yang mengalami kehilangan pekerjaan atau penurunan pendapatan yang disebabkan menurunnya aktifitas ekonomi selama terjadi pandemi covid-19.

Untuk mengatasi hal tersebut , khususnya  yang terdampak langsung kepada masyarakat, maka disamping adanya bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah juga memberikan bantuan serta dukungan dari Basnaz Kota kepada masyarakat, khususnya masyarakat  yang berpenghasilan rendah.

“Dengan bantuan yang kita berikan tersebut, mudah-mudahan dapat meringankan beban masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid-19” harapnya.

Banyak program pembangunan baik fisik maupun non fisik  terpaksa di batalkan atau ditunda karena pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19 di tahun 2021.

“Mari kita sama-sama berdoa semoga Pandemi Covid-19 dapat segera berakhir, sehingga ekonomi masyarakat dapat segera pulih dan program pembangunan dapat kembali kita laksanakan” harap Walikota  Erman. (Yet)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Views: 98 BANDUNG, JAPOS.CO – Yan Prastomo Aji Salah seorang petugas pengawal tahanan Kejari Bandung, berhasil menggagalkan satu paket kecil diduga narkoba kejadian yang menyedot perhatian pengunjung sidang di lingkungan…