Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Barat

Bupati Pekalongan Jelang Natal Dan Tahun Baru Berharap FPBI Dapat Menjaga Kondusifitas

×

Bupati Pekalongan Jelang Natal Dan Tahun Baru Berharap FPBI Dapat Menjaga Kondusifitas

Sebarkan artikel ini

Views: 78

KAJEN, JAPOS.CO – Para tokoh masyarakat yang tergabung melalui Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI) kabupaten Pekalongan menggelar dialog harmonisasi silaturahmi antar tokoh agama,tokoh bangsa Se- kabupaten Pekalongan dan dihadiri Bupati kabupaten Pekalongan Fadia Arafiq di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan. Kamis waktu setempat.(16/12/2021)

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Ketua FPBI Kabupaten Pekalongan Harun Juri mengungkapkan bahwa acara Dialog Harmonisasi Persaudaraan Bangsa Pasca Pandemi ini merupakan program kerja dari pengurus FPBI Kabupaten Pekalongan masa bakti 2017-2023 dalam rangk meningkatkan komunikasi, silaturahmi antar kumpulan tokoh agama dan tokoh masyarakat, supaya tetap melestarikan rasa kebangsaan, paham kebangsaan, semangat kebangsaan, semangat patriotisme dan kegotong royongan. Serta berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan tujuan nasional dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.

Untuk itu, Ia mengucapkan terimaksih kepada Pemkab Pekalongan yang telah turut andil dalam pelaksanaan dialog tersebut. Sehingga diharapkan kerukunan dan kesatuan masyarakat Kabupaten Pekalongan tetap terjaga.

‘’Jadi ini merupakan langkah kita bersama dan kesempatan kita bersama bahwa FPBI ini kita adalah meracik dan mempersatukan visi dan misi dalam rangka menjaga kelestarian dalam pendidikan berbangsa dan bernegara,’’ tandes H Juri .

Dialog tersebut dibuka oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dan juga dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho,diikuti oleh seluruh pengurus FPBI tingkat kecamatan se-Kabupaten Pekalongan.

Sementara Bupati kabupaten Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi adanya dialog harmonisasi semacam ini, dan Ia berharap dengan adanya acara ini FPBI akan semakin meningkatkan fungsinya dalam menjaga kerukunan dan keteraturan masyarakat di Kabupaten Pekalongan yang sangat beragam latar belakangnya.

‘’Saya minta karena Kabupaten Pekalongan ini kan beraneka ragam dari budaya, agama dan tingkah laku manusianya. Mudah-mudahan dengan hadirnya FPBI ini kita bisa bersama-sama menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat di Kabupaten Pekalongan. Karena dengan ada kata-kata Bhineka Tunggal Ika ini kita merupakan satu kesatuan, berbeda-beda tetapi tetap satu,’’ jelas  Bupati Fadia.

Lanjut Fadia,menjelang hari raya natal dan tahun baru, ungkap Fadia, pihaknya berharap FPBI benar-benar bisa membantu pemkab dalam rangka menjaga kondusifitas dan meningkatkan rasa toleransi antar umat beragama sehingga tidak akan terjadi perpecahan maupun keributan.

‘’Saya meminta kepada seluruh keluarga besar FPBI apalagi sekarang sudah akhir tahun, menjelang natal dan tahun baru. Dimana aturan dari pusat bukan kami yang mengkotak-kotakan, bukan kami yang membuat peraturan, melainkan ini merupakan peraturan dari Pemerintah Pusat bahwa untuk natal dan tahun baru ini mungkin bisa tetap diselenggarakan tetapi dengan cara beribadah masing-masing di rumah atau tidak mengadaakan perayaan yang besar-besaran seperti biasanya. Dan tahun baru pun demikian,’’ jelas Fadia.(sofi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *