Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEJAWAJawa Tengah

Jaring Aspirasi, Ngobrol Bareng Walikota Bersama Warga Terdampak Banjir Rob

×

Jaring Aspirasi, Ngobrol Bareng Walikota Bersama Warga Terdampak Banjir Rob

Sebarkan artikel ini

Views: 74

KOTA PEKALONGAN, JAPOS.CO – Sejumlah titik wilayah di Kota Pekalongan masih terendam banjir rob yang belum kunjung surut. Wilayah itu diantaranya Celumprit, Kelurahan Degayu di Kecamatan Pekalongan Utara dan Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat. Di wilayah-wilayah tersebut masih terdapat warga terdampak banjir rob yang memilih bertahan di posko pengungsian.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Oleh karena itu, sebagai upaya mendengar masukan dan keluhan warganya, Pemerintah Kota Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Ngobrol Bareng Walikota dengan warga terdampak banjir rob yang berada di wilayah Pasirsari dan Celumprit yang digelar di Rumah Dinas Walikota,Senin malam (13/12/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Pekalongan,HA Afzan Arslan Djunaid,Wakil Walikota Pekalongan,H Salahudin,STP, Wakil Ketua DPRD Kota Pekalongan, Nusron,Sag,Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pekalongan,Erli Nufiati sejumlah Kepala OPD terkait,dan beberapa perwakilan RT/RW dari wilayah terdampak banjir rob.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan juga menyerahkan bantuan pompa skala lingkungan sebanyak 10 pompa kepada perwakilan warga terdampak banjir yakni Ketua RT 07 Perum. Omah Alit Kelurahan Klego, Ketua RW XVIII Perum. Linmas Kelurahan Krapyak, Ketua RT 06 RW 03 Kelurahan Tirto, Ketua RT 04 RW 01 Kelurahan Tirto, Ketua RT Sampangan Gg 5, Kelurahan Kauman, Pengurus RW 03 Kelurahan Panjang Baru, Ketua RW 09 Perum.Pisma Garden,Kelurahan Tirto, Ketua RW 09 Perum.Gama Asri,Kelurahan Bendan Kergon, Ketua RT 03 RW 04 Sejimat,Kelurahan Kandang Panjang,dan pengurus RW 05 Kelurahan Panjang Baru.

Walikota Pekalongan yang akrab disapa Aaf tersebut mengungkapkan bahwa, di wilayah Pasirsari dan Celumprit masih dilanda banjir rob yang belum kunjung surut. Meski jajaran Pemerintah Kota Pekalongan dan Forkopimda sudah turun meninjau langsung ke lapangan,namun secara detail teknis pihaknya ingin mendengar masukan dan keluh kesah warga terdampak banjir rob secara langsung,sehingga akan membangkitkan peran serta warga setempat dan tidak saling menyalahkan.

“Alhamdulillah untuk warga sudah sadar akan situasi dan kondisi tersebut, tetapi kita ingin mendengar lebih detail masukan-masukan mereka seperti mereka membutuhkan pompa, kemudian muncul pertanyaan dari warga kenapa pintu air yang di Pasirsari RW 4 itu tidak berjalan,dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan ini bisa saling sinkron dengan jawaban-jawaban instansi terkait termasuk Saya,Pak Wakil,Pak Nusron, dan dinas terkait,mudah-mudahan bisa memberikan solusi terbaik,” tutur Aaf.

Menurut Aaf,kesadaran warga untuk penanganan bencana sudah sangat luar biasa,terbukti keterkaitan penanganan bencana dengan tanggul darurat, warga sudah mau bekerja bakti,sehingga tidak hanya dari peran pemerintah,tetapi di dalam penanganan bencana ini, peran aktif dan masukan dari warga sangat diperhatikan untuk penanganan ke depannya. Aaf menyebutkan, saat ini berdasarkan data terakhir dari BPBD, masih ada sekitar 170an orang warga Kota Pekalongan yang mengungsi di sejumlah posko pengungsian. Namun,pihaknya memastikan logistik untuk pengungsi sudah semua tercover dan terpenuhi.

“Dan tadi juga ada kegiatan trauma healing dari Bunda PAUD dan Dindik di posko pengungsian di wilayah Pasirsari. Alhamdulillah untuk logistik di pengungsian semuanya sudah kita cover,tidak ada keluhan. Tinggal teknis di lapangannya yang perlu masukan/koreksi dari kita. Mudah-mudahan ada masukan dan upaya penanganan yang dilakukan,serta bantuan-bantuan pompa,walaupun skala kecil,setidaknya bisa membantu mengurangi genangan-genangan air yang ada,” tegas Aaf.

Sementara itu,Wakil Walikota Pekalongan,H Salahudin,STP menambahkan,yang disampaikan warga terkait penanganan prioritas banjir sebetulnya sudah dilakukan pada saat mengundang 3 pelaksana kegiatan salah satunya dari pihak BBWS Pemali Juana di Ruang Jetayu beberapa waktu lalu. Dimana, Pemkot Pekalongan meminta tidak perlu menunggu pengerjaan 2 tahun selesai,baru warga merasakan manfaatnya. Titik-titik krusial yang darurat itu perlu ditangani terlebih dahulu agar dalam jangka waktu tidak lama,warga bisa merasakan manfaatnya sembari mengerjakan penanganan teknis secara keseluruhan.

“Dan itu memang sudah disetujui, termasuk tadi yang disampaikan warga terkait pintu air,dan sebagainya. Sementara untuk penanganan banjir rob di wilayah Celumprit, pada hari Rabu ini sudah akan dimulai peninggian Jalan Labuhan, sedangkan jalan yang sudah dipaving sebagian sudah kami tinggikan untuk menahan air dari arah Utara. Kemudian, di long storage Sibulanan juga sudah dipasang pompa baru,jika sudah ditangani InshaAllah pengaruhnya nanti sangat signifikan,” ungkapnya.(Sofi).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *