Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEKALIMANTANKalimantan Barat

Jalan Rusak Parah, Bupati Kayong Utara Diminta Dewan Gunakan Diskresi

×

Jalan Rusak Parah, Bupati Kayong Utara Diminta Dewan Gunakan Diskresi

Sebarkan artikel ini

Views: 49

KAYONG UTARA, JAPOS CO – Menyikapi keterbatasan kemampuan APBD Kabupaten Kayong Utara dalam melaksanakan pembangunan bidang infrastruktur, Bupati Citra Duani diminta menggunakan diskresi atau kebijakan yakni menggandeng perusahaan yang berinvestasi di Kayong Utara.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Hal tersebut diutarakan wakil pimpinan DPRD Abdul Samad, Selasa hari ini (14/12/2021) saat di lokasi kemacetan akibat dua unit mobil terperosok yang mengakibatkan kemacetan panjang hampir satu kilometer di ruas jalan propinsi Sukadana -Teluk Batang.

“Bisa saja bupati panggil para pengelola perusahaan yang ada berinvestasi di Kayong ini, ajak mereka bantu perbaiki jalan-jalan. Toh mereka ada dana CSR  (Corporate Sosial Responsibilty),” ucap Samad.

Menurut Samad, dana CSR yang ada di tiap-tiap perusahaan bisa dipakai pada 5 sektor, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, infrastruktur, dan keagamaan.

Berdasarkan hitungan dia, sekitar 5 perusahaan yang ada di daerah ini yang kemungkinan bisa diajak bekerja sama membantu kerusakan jalan sementara.

“Satu persatu mereka kita tekankan agar bantu daerah. Tekhnisnya, mereka kita minta material untuk menimbun sementara jalan yang rusak ini,”ujarnya.

Samad menyoroti lemahnya koordinasi Bupati dengan Pemprov Kalbar terutama dengan gubernur Sutarmidji guna membicarakan persoalan jalan yang jadi kewenangan Pemprov.

Sepanjang pengetahuanya dari beberapa informasi yang Ia peroleh, koordinasi ataupun silaturahmi Bupat dengan Gubernur masih lemah bahkan terbilang jarang.

Hal inilah menjadikan salah satu daerah ini terkesan tidak diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov).

“Baru sekali atau dua barangkali Bupati ketemu Gubernur, manalah bisa begitu. Membangun daerah ini perlu silaturahmi dan koordinasi dengan seluruh pihak, baik pusat, provinsi atau stakeholder daerah,” kata Samad.

Sebagai wakil rakyat, pihaknya sering kali berkoordinasi dengan jajaran Pemprov Kalbar terkait persoalan jalan ini, namun begitu, keputusan akhir ada pada Bupati.

“Untuk inilah, saya tegaskan agar Bupati fokus dan serius mengurus daerah ini, bangun silaturahmi dan komunikasi dengan propinsi dan pusat, kita tak punya duit di daerah ini,” tegasnya. (dins).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *