Scroll untuk baca artikel
BeritaHEADLINEKALIMANTANKalimantan Barat

Ngeri, Air Sungai Kediuk Sandai Tetiba Menjadi Dua Warna, Ini Penyebabnya

×

Ngeri, Air Sungai Kediuk Sandai Tetiba Menjadi Dua Warna, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini

Views: 99

KALBAR, JAPOS.CO – Sungai Kediuk di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang – Kalbar tiba-tiba airnya berubah menjadi dua warna, menurut laporan masyarakat ke Japos.co belum lama ini, kondisi tersebut disebabkan adanya luapan limbah Sawit dan limbah Tambang.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut warga, persoalan Sungai Kediuk akhir-akhir ini menjadi permasalahan yang krusial di maysarakat, beberapa waktu terakhir warna airnya tetiba berubah.

“Yang berwarna hitam pekat itu berasal dari Pabrik Kelapa Sawit milik PT LAB, kemudian yang berwarna kuning kecoklatan itu berasal dari PT CMI,” pungkas seorang warga kepada Japos.co beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan di Japos.co sebelumnya, bahwa terjadinya kebocoran dari instalasi pengolahan Limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT LAB (Lanang Agro Bersatu) Sampoerna Agro, menyebabkan gejolak sosial di dua dusun Kecamatan Sandai, namun hal ini sudah ada kesepakatan ganti rugi oleh pihak perusahaan PT LAB.

Dari video hasil penelusuran warga yang disampaikan warga kepada Japos.co, ada 2 perusahaan yang menjadi penyebab perubahan warna air di Sungai Kediuk, yakni perusahaan tambang (PT LAB.red) dan (PT CMI-red). PT LAB merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Usaha Perkebunan Sawit. Sementara PT CMI bergerak dibidang Usaha Tambang Bauxite

Permasalahan kebocoran limbah dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT LAB ke Sungai Kediuk sudah mulai berprogres dengan adanya kesepakatan antara PT LAB dengan masyarakat, kendatipun pihak PT LAB hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi.

Sementara, dari pihak PT CMI (Cita Mineral Investindo) Tbk Site Sandai Ketika dikonfirmasi Japos.co mengatakan, bahwa aliran air ke sungai Kediuk yang berwarna kecoklatan tersebut bukanlah limbah, melainkan disebabkan karena curah hujan.

“Yang pertama, Sungai berwarna kecoklatan disebabkan curah hujan dan tidak ada limbah CMI yang mengalir ke sungai. Yang kedua, nilai tingkat kekeruhan sungai masih ambang batas normal,” demikaian dikatakan Lia selaku perwakilan PT CMI via pesan WhatsApp kepada Japos.co (09/12).

Atas permasalahan ini, masyarakat minta kepada Japos.co untuk meliput ke lapangan.

“Kami minta Japos.co ke lapangan, agar dapat fakta riilnya, kami siap mendampingi,” pinta warga kepada Japos.co (Hardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *